Pemkot Tunggu Keputusan Pusat
Pemerintah Kota Mataram hingga Rabu, 12 Agustus 2026 belum menerima informasi resmi terkait pelaksanaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau CASN tahun 2026, meskipun sebelumnya telah mengajukan usulan formasi kepada pemerintah pusat. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufiq Priyono, menyatakan belum ada komunikasi baik secara lisan maupun tertulis yang masuk ke instansi tersebut.
Jumlah Usulan dan Pertimbangan Anggaran
Pemkot Mataram mengusulkan 200 formasi untuk kebutuhan ASN di daerah. Menurut Taufiq, usulan itu disusun berdasarkan kebutuhan riil daerah dan kemampuan anggaran pemerintah kota untuk membiayai gaji serta tunjangan pegawai.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah usulan formasi | 200 |
| Status informasi pelaksanaan | Belum menerima informasi resmi dari pemerintah pusat |
Waktu Pelaksanaan Masih Belum Pasti
Taufiq menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan rekrutmen CASN tidak selalu sama setiap tahun; berdasarkan pengalaman sebelumnya, proses dapat berlangsung pada awal maupun akhir tahun. Ia mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi karena di tingkat daerah belum ada kepastian apakah pengadaan ASN untuk daerah akan dilaksanakan pada 2026.
"Untuk saat ini penerimaan CPNS kita belum dapat informasi baik secara lisan maupun tulisan,"
Harapan dan Realitas Daerah
Pemkot Mataram berharap permintaan usulan formasi oleh pemerintah pusat akan berujung pada pelaksanaan rekrutmen. Namun, Taufiq juga menegaskan bahwa tidak semua usulan otomatis disetujui. Keputusan final bergantung pada persetujuan pemerintah pusat dan kecocokan dengan kebijakan fiskal.
- Usulan formasi disesuaikan dengan kebutuhan daerah, termasuk tenaga pendidik/guru.
- Pemkot mempertimbangkan kemampuan anggaran untuk membiayai gaji dan tunjangan jika formasi disetujui.
- Kebijakan belanja pegawai sebesar 30 persen yang akan diberlakukan pada 2027 juga menjadi pertimbangan dalam pengajuan formasi.
Dampak bagi Pencari Kerja dan Layanan Publik
Bagi warga Mataram yang menantikan peluang menjadi ASN, ketidakpastian ini berarti mereka harus menunggu pengumuman resmi sebelum mempersiapkan berkas dan strategi pendaftaran. Di sisi layanan publik, pengadaan ASN yang tertunda berpotensi memperpanjang kekurangan tenaga, terutama pada sektor-sektor krusial seperti pendidikan, sesuai penjelasan bahwa sebagian usulan diarahkan untuk kebutuhan tenaga pendidik.
Pemkot Mataram juga realistis dalam merancang usulan agar sesuai kemampuan fiskal daerah. Taufiq menyebut bahwa pengusulan mempertimbangkan moratorium sebelumnya yang berdampak pada kekurangan ASN di banyak pemerintahan daerah, namun ia belum dapat memastikan apakah seluruh 200 formasi yang diajukan akan disetujui oleh pemerintah pusat.
Pemerintah daerah meminta masyarakat tetap menunggu informasi resmi dari instansi terkait. Meskipun terdapat pemberitaan mengenai pembukaan rekrutmen CASN di tingkat kementerian, hingga saat ini tidak ada kepastian mengenai pelaksanaannya untuk tingkat daerah di Mataram.