Puncak Perayaan dan Fokus Pelayanan Sosial di Medan
MEDAN — Puncak perayaan Pesta Olob-Olob Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Resort Medan Barat yang digelar di Hall Universitas Prima Indonesia, Jalan Ayahanda, Minggu (13/9/2026), menonjolkan rangkaian kegiatan sosial dan pelayanan yang menyentuh kebutuhan warga setempat. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, hadir untuk memberikan apresiasi sekaligus mendorong langkah konkret dari penyelenggara acara.
Dalam sambutannya, Timur menilai perayaan yang juga memperingati 123 tahun masuknya Injil di Tanah Simalungun itu memperlihatkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan toleransi. Ia mengingatkan jemaat agar terus melakukan kebaikan lintas agama, suku, dan ras demi kebersamaan masyarakat yang lebih kuat.
"Kita berbuat baik kepada siapa pun, agama apa pun, suku apa pun, ras apa pun. Jika hal baik yang kita tanam, maka kebaikan pula yang akan kita tuai. Semoga Tuhan memberkati kita semua,"
Selain memberi dukungan moral, Pj Sekdaprov juga menyambut rencana rehabilitasi rumah pelayanan untuk para penginjil dan pendeta yang diusulkan panitia. Ia mengimbau agar permohonan bantuan disampaikan secara resmi supaya dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah provinsi.
Rangkaian Kegiatan Sosial yang Terukur
Ketua panitia, Desni Maharani Saragih, menjelaskan bahwa kegiatan perayaan mengusung tema GKPS 2024–2029, yaitu Gereja yang Peduli, Produktif, Mandiri, dan Membawa Berkah. Pelayanan sosial telah dilaksanakan bertahap sejak Juli hingga Agustus sebagai wujud komitmen terhadap jemaat dan masyarakat umum.
Pada puncak acara, panitia menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada 100 keluarga jemaat GKPS Resort Medan Barat. Selain itu, panitia memberikan apresiasi berupa suvenir kepada 47 anak Sekolah Minggu berprestasi di bidang akademik, seni, dan olahraga.
| Jenis Kegiatan | Jumlah/Partisipan |
|---|---|
| Paket sembako diserahkan | 100 keluarga |
| Anak Sekolah Minggu yang diapresiasi | 47 anak |
| Pemeriksaan mata dan pembagian kacamata | 290 peserta |
Kerja sama dengan institusi kesehatan juga ditunjukkan melalui pemeriksaan mata gratis yang melibatkan Rumah Sakit Khusus Mata milik Pemprov Sumut, yang melayani 290 peserta. Kegiatan lain yang digelar adalah Pasar Murah sembako bekerja sama dengan BULOG dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, serta penjualan produk kebersihan hasil karya warga binaan LKP Kansi.
Implikasi Lokal: Solidaritas, Kesejahteraan, dan Akses Layanan
Perayaan ini menjadi wadah memperkuat jaringan sosial di lingkungan jemaat sekaligus memberikan bantuan langsung kepada keluarga yang membutuhkan di Medan Barat. Bentuk-bentuk pelayanan seperti pembagian sembako dan pemeriksaan kesehatan dapat menjadi contoh kegiatan jemaat gereja lain yang ingin menyalurkan bantuan bagi warga terdampak ekonomi.
Dorongan Pj Sekdaprov agar panitia mengajukan usulan formal untuk rehabilitasi rumah pelayanan juga menunjukkan kemungkinan dukungan pemerintah provinsi terhadap infrastruktur kelembagaan gereja yang memberikan layanan sosial. Jika proposal diajukan dan disetujui, rehabilitasi tersebut berpotensi meningkatkan keberlanjutan pelayanan pastoral dan sosial di wilayah ini.
- Perayaan memperkuat nilai gotong royong dan toleransi antarwarga Medan.
- Pelayanan kesehatan dan pangan langsung menyasar ratusan penerima manfaat di Medan Barat.
- Kesempatan bantuan lebih luas terbuka jika permintaan rehabilitasi diajukan resmi kepada pemerintah provinsi.
Acara Pesta Olob-Olob GKPS Resort Medan Barat kali ini tidak hanya berfungsi sebagai peringatan historis, tetapi juga sebagai platform pelayanan sosial nyata bagi warga. Bagi publik Medan, momentum seperti ini memberi pelajaran bahwa kegiatan keagamaan dapat berperan signifikan dalam menanggulangi kebutuhan sosial dan memperkuat solidaritas komunitas.
Sebagai koresponden lokal, saya melihat kegiatan semacam ini penting dipertahankan dan ditingkatkan, karena di saat ekonomi rumah tangga tertekan, aksi gotong royong tetap menjadi bahan bakar utama agar masyarakat tidak terbawa gelombang kesulitan sendiri-sendiri.