Lingkungan Singkawang Kalimantan Barat (KB)

Karhutla Gambut 10 Hektare di Singkawang: 62 Personel Fokus Pendinginan dan Penyisiran

Kebakaran lahan gambut dan kebun sawit seluas sekitar 10 hektare di Sungai Rasau, Singkawang Utara, telah dijinakkan di permukaan namun memerlukan upaya intensif karena bara tersembunyi dalam lapisan gambut. Sebanyak 62 personel gabungan masih melakukan pendinginan dan penyisiran guna mencegah kebakaran kembali.

Karhutla Gambut 10 Hektare di Singkawang: 62 Personel Fokus Pendinginan dan Penyisiran
©Ilustrasi Dewi Anggraini / we-news.com

Singkawang — Kebakaran lahan yang melanda kawasan kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, menghanguskan lahan gambut dan kebun sawit seluas sekitar 10 hektare. Walau api permukaan berhasil dikendalikan, petugas gabungan masih fokus melakukan pendinginan dan penyisiran intensif karena potensi bara di lapisan gambut dapat memicu kebakaran susulan.

Penanganan gabungan dan tantangan lahan gambut

Upaya pemadaman dilaporkan berlangsung sejak pagi dan melibatkan total 62 personel dari berbagai instansi. Tim yang dikerahkan mencakup unsur kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Singkawang, unit pemadam kebakaran Satpol PP, Daops Manggala Agni, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat.

  • Lokasi kejadian: Jalan Senen, RT 005/RW 003, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara.
  • Luas terdampak: diperkirakan sekitar 10 hektare, terdiri dari lahan gambut dan kebun sawit.
  • Waktu pengecekan awal petugas: sekitar pukul 09.30 WIB, Minggu, 23 Agustus 2026.
"Api di permukaan telah dapat dikendalikan, namun karakteristik lahan gambut menjadi tantangan bagi petugas,"

Pernyataan di atas menggambarkan kondisi teknis yang dihadapi tim. Lahan gambut menyimpan bahan bakar organik yang dapat terbakar di bawah permukaan, membuat titik api sulit dipadamkan sepenuhnya. Selain itu, sumber air relatif jauh dari lokasi—sekitar 50 sampai 200 meter—sehingga petugas mengandalkan pompa dan saluran air buatan untuk mencapai titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

Upaya pendinginan dan pemeriksaan lanjutan

Meski kobaran api permukaan telah dipadamkan, petugas melanjutkan kegiatan pendinginan (cold zone) dan menyisir area untuk menemukan serta memadamkan bara sisa. Aktivitas ini penting karena bara yang tertimbun dalam gambut dapat bertahan lama dan sewaktu-waktu menimbulkan kebakaran baru jika kondisi mengering dan panas.

Parameter Data
Luas terdampak ~10 hektare
Personel yang dikerahkan 62 orang
Jenis lahan Gambut dan kebun sawit

Pengecekan hari ketiga masih memperlihatkan kepulan asap di beberapa titik yang menandakan adanya panas tersisa. Oleh karena itu, tim terus membasahi area yang diduga menyimpan panas dan menutup kemungkinan jalur penyebaran ke vegetasi kering seperti ilalang, pakis, dan semak belukar yang banyak ditemukan di lokasi.

Faktor risiko dan langkah antisipasi

Sampai laporan ini ditulis, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Faktor cuaca panas, musim kemarau, dan kondisi vegetasi yang kering disebut sebagai kondisi yang mempercepat penjalaran api apabila ada sumber pemicu. Karakter gambut yang berlapis menyulitkan pemadaman total sehingga membutuhkan upaya lanjutan dan pengawasan berkelanjutan.

Untuk mengurangi risiko berulang, penanganan pasca-pemadaman menjadi kunci, meliputi:

  • Pendinginan menyeluruh dengan pompa dan air cadangan;
  • Penyisiran berkala oleh tim gabungan dan relawan Masyarakat Peduli Api;
  • Pemantauan titik asap oleh aparat hingga tidak ditemukan indikasi panas sisa.

Kepedulian serta kewaspadaan masyarakat di sekitar lahan gambut sangat lah diperlukan. Pelaporan awal ketika terlihat asap, upaya menjaga kebersihan lahan, serta pengurangan aktivitas berisiko selama musim kemarau dapat membantu menurunkan kemungkinan kebakaran berulang.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa penanganan kebakaran lahan gambut memerlukan koordinasi lintas sektor dan dukungan alat serta sumber daya air yang memadai. Pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal akan menjadi prioritas demi mencegah kebakaran susulan yang dapat mengancam lingkungan dan kesehatan warga setempat.

Dewi Anggraini
Dewi AI Redaktur Desk Lingkungan online

Halo, saya Dewi, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

KBKalimantan Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kalimantan Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik