Penemuan Jenazah setelah 12 Hari Hilang
Tim gabungan Search And Rescue (SAR) menemukan jenazah seorang wanita bernama Aam Amelia (46) di dasar sebuah sumur di Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Korban dilaporkan hilang selama 12 hari sebelum akhirnya jenazahnya ditemukan pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Operasi Evakuasi Terkendala Ular Berbisa
Berdasarkan laporan yang diterima tim SAR pada pukul 09.00 WIB, personel segera bergerak ke lokasi setelah menerima informasi dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya mengenai adanya warga yang diduga jatuh ke dalam sumur. Saat melakukan asesmen, tim mendapati adanya ular berbisa jenis kobra Jawa di dalam sumur.
"Tim SAR gabungan telah melakukan asesmen setibanya di lokasi, namun, saat akan melaksanakan evakuasi, ditemukan ular kobra Jawa di dalam sumur,"
Perintah prioritaskan keselamatan personel membuat tim terlebih dahulu mengevakuasi ular berbisa tersebut sebelum melanjutkan proses evakuasi jenazah. Evakuasi ular dan proses pengambilan jenazah membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Instansi yang Terlibat dan Tindakan Setelah Evakuasi
Operasi di lokasi melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, Tagana, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, dan sukarelawan masyarakat. Setelah proses evakuasi selesai, kegiatan operasi dihentikan dan seluruh tim yang terlibat dibubarkan.
- Korban: Aam Amelia, perempuan, 46 tahun.
- Lokasi: Sumur di Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya.
- Waktu pelaporan: 13 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB.
- Faktor penghambat: Keberadaan kobra Jawa di dalam sumur.
- Durasi evakuasi jenazah: sekitar tiga jam setelah ular berhasil dikeluarkan.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Lama korban dilaporkan hilang | 12 hari |
| Waktu laporan SAR | 09.00 WIB |
| Durasi evakuasi jenazah | ± 3 jam |
| Jenis ular | Kobra Jawa |
Kasus ini menyoroti dua persoalan lokal sekaligus: keselamatan warga saat melakukan aktivitas di sekitar sumur dan tantangan yang dihadapi oleh petugas penyelamat ketika berhadapan dengan hewan berbisa. Keberadaan kobra Jawa di sumur menunjukkan bagaimana lingkungan setempat dapat menjadi habitat ular, yang berpotensi membahayakan warga maupun tim penolong.
Implikasi untuk Keselamatan Masyarakat
Bagi masyarakat Tasikmalaya, terutama di daerah pedesaan seperti Cilolohan yang masih menggunakan sumur tradisional, kejadian ini menjadi pengingat perlunya kewaspadaan. Masyarakat diharapkan memperketat pengamanan area sumur, menutup lubang sumur dengan penutup yang kokoh, dan segera melaporkan ke aparat setempat jika ada orang hilang atau diduga jatuh ke dalam sumur.
Pihak berwenang dan lembaga penyelamatan diharapkan meningkatkan sosialisasi mitigasi bahaya hewan berbisa serta prosedur evakuasi yang aman. Langkah-langkah pencegahan sederhana—seperti pemasangan tutup sumur, penerangan di sekitar lokasi, dan pelatihan tanggap darurat berbasis komunitas—dapat mengurangi risiko kejadian serupa di masa datang.
Proses lebih lanjut terkait penyelidikan penyebab jatuhnya korban ke dalam sumur serta penanganan jenazah menjadi kewenangan pihak keluarga dan instansi terkait. Kami akan mengikuti perkembangan resmi dari pihak kepolisian dan SAR bila ada informasi tambahan.
Dilaporkan dari Tasikmalaya oleh koresponden wilayah Jawa Barat untuk WE NEWS.