Momentum pengabdian dan pembentukan karakter
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka tahun 2026 di Kota Sukabumi dimanfaatkan sebagai wadah peneguhan komitmen pengabdian serta penguatan pembentukan karakter anak dan pemuda. Rangkaian kegiatan yang digelar pada Kamis, 11 Agustus 2026, mencakup Upacara Ulang Janji, pelantikan pengurus tingkat ranting, dan ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan Kota Sukabumi.
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, memimpin langsung Upacara Ulang Janji di Gedung Juang Kota Sukabumi. Pada kesempatan itu seluruh peserta kembali mengikrarkan Tri Satya sebagai bentuk peneguhan nilai dan tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Janji yang diucapkan bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi tanggung jawab yang harus diwujudkan dalam kehidupan dan pengabdian sehari-hari,"
Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota saat memberikan arahan kepada anggota Pramuka. Dalam pidatonya, Wali Kota mengajak para anggota pramuka untuk merenungkan nilai-nilai perjuangan, menumbuhkan semangat pengabdian, dan meneruskan cita-cita membangun masyarakat yang adil dan makmur.
Pelantikan pengurus ranting dan peran strategis pramuka
Dalam prosesi HUT, juga dilaksanakan pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Gerakan Pramuka untuk empat wilayah kota. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan di tingkat bawah, sekaligus memastikan program pembinaan dapat tersalurkan ke anak-anak dan pemuda di kecamatan masing-masing.
| Pelantikan Mabiran | Wilayah |
|---|---|
| 1 | Cikole |
| 2 | Baros |
| 3 | Warudoyong |
| 4 | Lembursitu |
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, menegaskan peran strategis organisasi kepanduan ini dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang menjadi penopang cita-cita nasional. Ranty menyatakan bahwa Gerakan Pramuka menjadi sarana pengembangan karakter, disiplin, kepemimpinan, dan kecerdasan emosional generasi muda.
Menurut Ranty, dukungan kepada program Pemerintah Kota Sukabumi diwujudkan melalui penguatan kegiatan kepramukaan, peningkatan kualitas pembina, serta penyelenggaraan pendidikan dan kursus berkala. Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.
Apresiasi kepada pembina dan implikasi bagi masyarakat
Selain ritual pengikraran dan pelantikan, momentum HUT juga digunakan untuk memberikan penghargaan kepada para pembina yang telah berdedikasi mendampingi anggota pramuka. Penghormatan kepada pembina ini penting untuk menjaga kontinuitas pembinaan serta memotivasi lebih banyak relawan dan pendidik turut berperan aktif.
- Penguatan nilai Pancasila dan Tri Satya sebagai dasar pengabdian
- Peningkatan kapasitas pembina melalui pendidikan berkala
- Perluasan kegiatan kepramukaan di tingkat ranting untuk menjangkau lebih banyak pemuda
Bagi masyarakat Kota Sukabumi, aktivitas ini tidak sekadar seremoni. Penguatan pembinaan karakter generasi muda berimplikasi pada penciptaan warga yang memiliki nilai kebangsaan, kemandirian, dan kepedulian sosial. Jika program-program kepramukaan berjalan berkesinambungan, dampaknya akan terasa pada peningkatan kualitas pemuda sebagai penerus pembangunan lokal.
Rangkaian kegiatan HUT ke-65 tersebut menunjukkan keterlibatan pemerintah daerah dan organisasi kepanduan dalam membina komunitas muda. Ke depan, tantangan yang mesti diatasi termasuk peningkatan akses pelatihan bagi pembina, kesinambungan anggaran untuk kegiatan, serta keterlibatan sekolah dan orang tua agar nilai-nilai pramuka terserap luas.
Kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan juga mengingatkan pentingnya penghormatan terhadap jasa pahlawan sebagai bagian dari pendidikan nilai. Dengan menjaga tradisi penghormatan tersebut, generasi muda diharapkan terus menyelami semangat pengabdian untuk kepentingan bangsa dan daerah.
Secara keseluruhan, peringatan HUT Gerakan Pramuka ke-65 di Kota Sukabumi menegaskan komitmen bersama antara pemerintah, pengurus pramuka, pembina, dan masyarakat untuk membina karakter anak dan pemuda sebagai pijakan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.