Pelantikan dan target politik lokal
BANJAR — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien Syafiuddin melantik Sudarsono sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjar untuk periode 2025—2030 pada rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) V yang digelar di Gedung Graha Banjar Idaman (GBI), Sabtu, 8 Agustus 2026. Pelantikan ini menandai pergantian kepemimpinan partai tingkat kota yang menurut DPD provinsi harus dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi menghadapi agenda politik mendatang.
Harapan dan arahan DPD Jawa Barat
Dalam sambutannya, Daniel Mutaqien menegaskan bahwa pergantian pucuk kepengurusan bukan sekadar perubahan struktur organisasi, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat posisi Golkar di Kota Banjar. Ia meminta agar kepemimpinan baru melanjutkan tren positif partai sebagai kekuatan politik yang mampu memenangkan pemilu pada berbagai tingkatan.
"Siapapun yang terpilih memimpin harus bisa melanjutkan tren positif sebagai partai pemenang pemilu, baik Pileg maupun Pilkada. Saya akan terus mengawal dan memperjuangkan target-target Partai Golkar di Jawa Barat,"
Target kursi DPRD dan fokus strategi
DPD Partai Golkar Jawa Barat memberi target kepada pengurus Golkar Kota Banjar untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Saat ini basis legislatif Golkar di DPRD Kota Banjar tercatat memiliki tujuh kursi. Target yang ditetapkan adalah peningkatan menjadi 10 kursi pada Pemilu 2029.
- Perolehan kursi saat ini: 7 kursi di DPRD Kota Banjar.
- Target Pemilu 2029: 10 kursi di DPRD Kota Banjar.
- Sasaran strategis: menjangkau kelompok pemilih muda.
Data ringkas perolehan kursi
| Periode | Jumlah Kursi DPRD Kota Banjar |
|---|---|
| Saat ini (pra-2029) | 7 |
| Target Pemilu 2029 | 10 |
Implikasi bagi politik lokal
Peningkatan target kursi tersebut menunjukkan ambisi Golkar untuk memperkuat pengaruh dalam pembuatan kebijakan lokal. Jika tercapai, tambahan kursi akan meningkatkan kemampuan partai dalam membentuk koalisi dan mendorong agenda legislatif di tingkat kota. Namun, untuk mewujudkan target itu, pengurus baru perlu menyusun strategi yang konkret baik dalam kerja kader, komunikasi politik, maupun pendekatan kepada pemilih muda—sektor yang disebut sebagai fokus oleh DPD provinsi.
Bagi warga Kota Banjar, pergantian pimpinan dan target peningkatan kursi ini berpotensi berdampak pada orientasi kebijakan partai di masa mendatang, terutama terkait prioritas program yang diusung dalam kampanye legislatif maupun pilkada. Konsolidasi internal dan kemampuan merangkul basis pemilih menjadi faktor penentu apakah target 10 kursi realistis tercapai pada 2029.
Musda V dan pelantikan di Gedung Graha Banjar Idaman juga menjadi momen penting bagi Golkar lokal untuk menilai kekuatan organisasi, memperbarui strategi, serta menjalin sinergi dengan struktur DPD provinsi. Langkah-langkah yang diambil dalam dua tahun ke depan akan menjadi indikator awal kesiapan menuju pemilu serentak pada 2029.
Sebagai kota yang menjadi barometer politik di sebagian wilayah Jawa Barat, dinamika internal partai-partai besar termasuk Golkar akan terus diamati publik. Proses konsolidasi, rekruitmen kader, dan pendekatan kepada pemilih muda akan menentukan hasil akhir pada pemilu mendatang.