LEUWISARI, Tasikmalaya — Dua unit rumah warga di Kampung Cilampung Girang, Desa Ciawang, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, luluh lantak dilalap api pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026. Kebakaran diduga kuat muncul dari sisa api tungku kayu bakar di salah satu dapur dan dengan cepat merambat hingga menghanguskan bangunan sebelahnya.
Peristiwa dan respons warga
Berdasarkan keterangan sumber setempat dan laporan tim penanggulangan bencana, kebakaran terjadi menjelang tengah malam. Api pertama kali muncul di area dapur rumah yang masih menggunakan tungku kayu bakar (hawu). Kobaran api segera membesar, merambat ke atap, dan menjangkau bangunan di sebelahnya.
Warga sekitar sigap melakukan upaya pemadaman secara swadaya menggunakan peralatan seadanya untuk menghambat laju api agar tidak menjalar ke pemukiman padat. Selanjutnya tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tasikmalaya tiba dan proses pemadaman berlangsung lebih terarah hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
“Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian atap hingga menjangkau bangunan rumah di sebelahnya,”
Korban dan kondisi bangunan
Kedua rumah yang terbakar adalah milik Patah (80) dan Odi (60). Rumah Patah dihuni lima jiwa dari dua kepala keluarga (KK), sedangkan rumah Odi ditempati seorang diri. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan bangunan tergolong berat sehingga kedua keluarga tidak dapat menempati rumahnya sementara waktu dan memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Peran lembaga penanggulangan dan bantuan
Selain armada Damkar, petugas dari Forum Komunikasi Tagana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman dan mensuplai air guna mempercepat pendinginan. Langkah-langkah ini dinilai penting untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah potensi kebakaran susulan.
- Lokasi: Kampung Cilampung Girang, Desa Ciawang, Kecamatan Leuwisari
- Tanggal kejadian: Sabtu malam, 15 Agustus 2026
- Korban jiwa: Tidak ada
- Pemicu diduga: Sisa api tungku kayu bakar
Kerusakan dan langkah selanjutnya
FK Tagana dan unsur masyarakat menyatakan kondisi bangunan rusak berat sehingga tidak layak huni. Mereka menekankan perlunya pendataan korban dan penanganan pascabencana, termasuk bantuan sementara bagi keluarga terdampak. Hingga laporan ini disusun belum ada keterangan resmi mengenai bantuan yang disalurkan oleh pemerintah desa atau kabupaten.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah rumah terbakar | 2 unit |
| Penghuni terdampak | Patah (80) beserta lima jiwa (2 KK), Odi (60) seorang diri |
| Penyebab diduga | Sisa api tungku kayu bakar |
| Korban jiwa/luka | Tidak ada |
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar berhati-hati dalam penggunaan api terbuka, terutama di dapur yang masih mengandalkan tungku kayu bakar. Selain itu, pentingnya kesiapsiagaan komunitas dan akses cepat ke layanan pemadam menjadi kunci untuk memperkecil potensi kerugian. Kami akan terus memantau perkembangan, termasuk upaya penanganan pascabencana dan bantuan bagi keluarga terdampak di Leuwisari.