Banjar — Pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Kabupaten Banjar terus mengalami transformasi signifikan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat mencatat telah mengembangkan 21 inovasi pelayanan yang aktif dijalankan untuk membawa layanan lebih dekat kepada masyarakat, baik ke tingkat desa maupun langsung ke rumah warga.
Motivasi dan prinsip layanan
Kepala Disdukcapil Kabupaten Banjar, Hayatun Nupus, S.STP, M.M, menyampaikan bahwa inovasi dirancang sebagai jawaban terhadap kendala yang selama ini dihadapi warga: jarak dan biaya transportasi, keterbatasan jaringan internet, kondisi geografis, serta kebutuhan kelompok rentan. Konsep dasar yang diterapkan adalah memudahkan masyarakat sehingga mereka tidak selalu harus datang ke kantor untuk memperoleh dokumen kependudukan.
"Konsep yang dibangun cukup sederhana, tetapi memiliki dampak besar: masyarakat tidak harus selalu datang mencari pelayanan, tetapi pelayanan yang mendatangi masyarakat."
Perjalanan inovasi: dari jemput bola hingga aplikasi digital
Menurut catatan Disdukcapil, upaya transformasi layanan dimulai pada 2018 dengan program JEMPOL PELANDUK (Jemput Bola Pelayanan Administrasi Kependudukan) dan TAMBAK UDANG (Datang Melahirkan Bawa Akta untuk Dibawa Pulang). Sejak itu, sejumlah inovasi diluncurkan bertahap setiap tahun untuk menjawab kebutuhan berbeda di masyarakat.
- 2018: JEMPOL PELANDUK, TAMBAK UDANG
- 2020: INTAN BANJAR (Isbat Nikah dapat Buku Nikah dan Akta Kelahiran), TUNTUNG DIGAWI KAMI KIRIM
- 2021: PAKULIH ANAM, GANGAN MANIS, SELASA HALLO
- 2022: KIA LAPIS MANIS
- 2024: APLIKASI STAR BANJAR, MANIS LANGSATKU, BASANDING PITU, LAPOR DATU, GABIN MANIS, KAMU MANIS, PELITA DESA
- 2025: DESAKU PELANDUK MANIS, LAPAT MANIS, PELUKIS DESA, SIGAP DOKKAR, SAPPA BANJAR
- 2026: LAYANGAN PUTUS (Layanan Langsung Update Data Kependudukan Pasca Putusan Cerai)
Inovasi unggulan dan capaian
Dua inovasi yang disebut paling menonjol adalah STAR BANJAR dan DESAKU PELANDUK MANIS. Keduanya dinilai berhasil membawa layanan hingga tingkat desa dan berperan besar mengurangi kebutuhan masyarakat untuk datang ke kantor pemerintahan.
Pengembangan inovasi juga menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan administrasi kehidupan, mulai dari layanan kependudukan bagi bayi baru lahir sampai pembaruan data pasca-perkara perceraian. Dengan demikian, cakupan layanan menjadi lebih inklusif, termasuk bagi kelompok rentan yang memiliki keterbatasan akses.
| Tahun | Contoh Inovasi |
|---|---|
| 2018 | JEMPOL PELANDUK, TAMBAK UDANG |
| 2020 | INTAN BANJAR, TUNTUNG DIGAWI KAMI KIRIM |
| 2024 | STAR BANJAR, MANIS LANGSATKU, PELITA DESA |
| 2026 | LAYANGAN PUTUS |
Implikasi bagi warga Banjar
Seluruh rangkaian inovasi ini berpotensi menurunkan hambatan akses dokumen kependudukan yang kerap mengganggu hak dasar warga, seperti akses pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial lainnya. Pendekatan jemput bola dan layanan desa juga membantu warga yang kesulitan berbasis digital atau belum memiliki koneksi internet memadai.
Ke depan, keberlanjutan layanan bergantung pada koordinasi antara Disdukcapil, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta dukungan sumber daya. Evaluasi berkala terhadap pelaksanaan inovasi diperlukan agar layanan tetap responsif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat.
Warga yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait jadwal layanan desa atau prosedur layanan khusus didorong untuk menghubungi kantor Disdukcapil Kabupaten Banjar atau memanfaatkan saluran resmi yang sudah disediakan melalui program-program terintegrasi tersebut.
Disusun dari laporan Redaksi8.com dan keterangan resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banjar.