Sebuah gelombang kekerasan yang menargetkan fasilitas pemerintahan terjadi di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F Ximenes, menyatakan jumlah kantor pemerintahan yang terkena aksi massa meningkat menjadi 11 titik, dengan rincian tiga kantor terbakar habis, delapan kantor terbakar sebagian, serta tiga kantor dirusak.
Rincian kantor yang terkena
Menurut data resmi yang dikutip polisi, tiga kantor yang terbakar habis adalah:
- Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes)
- Gudang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
- Kantor DPRK
Sementara beberapa kantor lain mengalami kerusakan atau pembakaran sebagian, termasuk kantor-kantor esensial pemerintahan.
| Nama Kantor | Status Kerusakan |
|---|---|
| Kantor Dinas Kesehatan | Terbakar habis |
| Gudang BNPB | Terbakar habis |
| Kantor DPRK | Terbakar habis |
| Kantor Diskominfo | Dirusak |
| Kantor Kesbangpol | Dirusak |
| Kantor Inspektorat | Dirusak |
| Kantor PMK (Pemberdayaan Masyarakat Kampung) | Terbakar sebagian |
| Kantor Dinas Sosial | Terbakar sebagian |
| Kantor Bupati dan Wakil Bupati | Terbakar sebagian |
| Kantor Sekretaris Daerah (Sekda) | Terbakar sebagian |
| Kantor Keuangan | Terbakar sebagian |
| Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) | Terbakar sebagian |
| Kantor BKPSDM | Terbakar sebagian |
Kronologi singkat
Peristiwa bermula pada Selasa sore ketika proses penyaluran dana desa tahap I berjalan di wilayah Ilaga. Beberapa laporan awal menyebut massa berkumpul dekat kantor PMK sekitar pukul 17.40 WIT. Kapolres Domingos menjelaskan bahwa Bupati Puncak, Elvis Tabuni, hadir untuk berupaya berkomunikasi dengan massa, namun suasana memanas dan berujung pembakaran.
"Situasi sudah kondusif. Kami ada tambahan Brimob 1 SST dari Yon B Polda Papua Tengah dan sementara melakukan patroli,"
Domingos juga menyatakan bahwa kepolisian memperkuat pengamanan dan melaksanakan patroli untuk mengantisipasi kejadian susulan. Sebelumnya media melaporkan jumlah titik yang terbakar tujuh unit; angka itu kemudian direvisi oleh kepolisian menjadi sebelas titik seiring penelusuran di lapangan.
Akibat terhadap layanan publik dan respons awal
Pembakaran ini berdampak langsung pada layanan publik di Kabupaten Puncak. Terbakar atau rusaknya kantor Dinas Kesehatan dan gudang BNPB menjadi kekhawatiran tersendiri karena kedua fasilitas tersebut berkaitan dengan penanganan layanan kesehatan dan tanggap darurat bencana. Kerusakan di kantor keuangan, Sekda, dan BKPSDM juga berisiko mengganggu administrasi pemerintahan dan proses birokrasi.
Pihak kepolisian telah menyiagakan Satgas Gakkum ODC 2026 bersama jajaran Polsek setempat di titik-titik strategis di Ilaga. Selain itu, satuan Brimob ditambah untuk melakukan pengawalan dan patroli rutin, kata Kapolres.
Motif awal dan dinamika lokal
Beberapa sumber awal mengaitkan pemicu kerusuhan dengan ketidakpuasan masyarakat terkait pembagian dana desa tahap I tahun 2026. Sampai laporan ini ditulis, otoritas belum mengeluarkan pernyataan resmi lanjutan tentang hasil penyelidikan motif di balik aksi tersebut maupun jumlah pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka.
Saya mengikuti peristiwa ini dari Ilaga dan mencatat bahwa masyarakat setempat membutuhkan kepastian layanan publik, terutama akses kesehatan dan bantuan penanggulangan bencana yang kini terganggu oleh kebakaran gudang BNPB. Kondisi psikologis warga juga rentan akibat kejadian yang cepat berkembang ini.
Langkah selanjutnya
- Pihak kepolisian akan terus melakukan patroli dan penjagaan untuk mencegah eskalasi.
- Pemerintah daerah diharapkan segera menilai kerusakan aset publik dan merencanakan pemulihan layanan prioritas seperti kesehatan dan administrasi dasar.
- Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan aparat keamanan serta pemerintah setempat.
WE NEWS akan terus memantau perkembangan, termasuk langkah-langkah aparat penegak hukum dan upaya pemulihan layanan publik di Kabupaten Puncak. Informasi resmi lebih lanjut diharapkan segera diumumkan oleh pihak kepolisian dan pemerintah daerah.