Jakarta — Suasana haru menyelimuti salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Papua Tengah saat menjalani pengukuhan di Istana Negara, Sabtu, 15 Agustus 2026. Gladys Manuella Aibekob mendapat kesempatan melakukan panggilan video bersama orang tuanya di Papua yang didampingi langsung oleh Wakil Presiden.
Kejutan di sela-sela pengukuhan
Menurut keterangan yang disampaikan kepad ai media, Gladys dipanggil oleh pihak penyelenggara program Paskibraka untuk memberikan nomor orang tua. Pada sesi foto pasca-pengukuhan, panggilan video dilakukan sehingga orang tua Gladys dapat melihat anaknya tampil di Istana secara langsung dari Papua.
"Sangat senang, saya sangat senang sekali,"
Kata-kata tersebut diucapkan Gladys seusai acara pengukuhan, menggambarkan campuran kebanggaan dan rindu yang dialaminya setelah menjalani masa pelatihan sekitar sebulan di Jakarta.
Peran Wakil Presiden dalam momen pribadi
Dalam momen tersebut Wakil Presiden turut berinteraksi. Ia menanyakan perasaan Gladys dan memberi dorongan moral, menanggapi kerinduan yang dirasakan anggota Paskibraka muda itu selama meninggalkan keluarga demi menjalani latihan. Interaksi ini membuat hubungan emosional antara perwakilan negara dan warga daerah terlihat nyata.
Dampak bagi keluarga dan komunitas
Orang tua Gladys di Papua menyatakan tidak menyangka dapat melakukan panggilan langsung dari Istana Negara. Bagi keluarga dan komunitas di Papua Tengah, kesempatan melihat anak mereka tampil dalam upacara kenegaraan di ibu kota membawa kebanggaan tersendiri.
- Lokasi acara: Istana Negara, Jakarta Pusat
- Tanggal: 15 Agustus 2026
- Subjek: Gladys Manuella Aibekob, Paskibraka asal Papua Tengah
Latar belakang Paskibraka dan makna bagi daerah
Program Paskibraka menempatkan putra-putri terpilih dari seluruh provinsi untuk ikut mengibarkan Sang Merah Putih dalam peringatan HUT Republik Indonesia. Bagi Papua, keterwakilan anak daerah di panggung nasional bukan sekadar tugas protokoler, melainkan simbol pengakuan dan kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kapasitas mereka di hadapan negara.
Gladys menjalani proses seleksi dan latihan intensif selama sekitar satu bulan di Jakarta. Pelatihan tersebut menuntut disiplin tinggi, kesiapan fisik, serta menjaga sikap dan etika sebagai wakil daerah dalam upacara kenegaraan.
Refleksi bagi keluarga di tanah asal
Bagi orang tua dan komunitas adat di Papua, momen video call dari Istana memberi ruang untuk berbagi kebanggaan sekaligus menguatkan ikatan emosional: meski jarak memisahkan, teknologi memungkinkan kebersamaan pada saat penting. Interaksi singkat itu menjadi hiburan sekaligus penghibur bagi keluarga yang merasakan rindu.
Catatan penutup
Kisah Gladys menegaskan bagaimana peristiwa kenegaraan dapat membawa cerita personal dari daerah terpencil ke tingkat nasional. Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dan masyarakat terhadap para pemuda yang mewakili daerah dalam panggung resmi negara.
| Elemen | Keterangan |
|---|---|
| Nama | Gladys Manuella Aibekob |
| Asal | Papua Tengah |
| Acara | Pengukuhan Paskibraka di Istana Negara |
| Tanggal | 15 Agustus 2026 |
Sebagai koresponden yang memantau perkembangan dari Papua, saya mencatat betapa peristiwa sederhana—sebuah panggilan video—bisa menjadi momen penting yang menghubungkan ruang publik kenegaraan dengan ruang privat keluarga. Bagi masyarakat adat Papua yang melihat wakil mereka berdiri di panggung nasional, hal ini mempertegas harapan akan pengakuan dan kesempatan yang setara.
Naomi Wandik, Koresponden Daerah - Papua