Masyarakat Langsa Aceh (AC)

Warga Langsa yang Terperangkap di Kamboja Delapan Bulan Dipulangkan dengan Bantuan DPD

Seorang pria asal Gampong Baroeh, Langsa Lama, dipulangkan setelah delapan bulan menjadi korban penipuan tenaga kerja di Kamboja. Pemulangan difasilitasi oleh Senator DPD RI asal Aceh dan KBRI Phnom Penh.

Warga Langsa yang Terperangkap di Kamboja Delapan Bulan Dipulangkan dengan Bantuan DPD
©Ilustrasi Cut Rania Safira / we-news.com

Pemulangan Warga Langsa dari Penipuan Kerja di Kamboja

Seorang warga Kota Langsa, Sukardi (33), akhirnya dipulangkan ke Indonesia setelah delapan bulan terjebak sebagai korban penipuan kerja di Kamboja. Korban berasal dari Gampong Baroeh, Kecamatan Langsa Lama dan awalnya diberangkatkan pada Desember tahun lalu melalui Bandara Kualanamu dengan janji pekerjaan sebagai tukang pangkas di Selangor, Malaysia.

Menurut keterangan media yang melaporkan peristiwa ini, Sukardi diduga diarahkan untuk menaiki penerbangan dengan alasan harus transit, namun tujuan akhirnya adalah Phnom Penh, Kamboja. Di negara tersebut korban bekerja sekitar empat bulan tanpa menerima upah sebelum melarikan diri dan mencari bantuan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.

Peran KBRI dan DPD RI dalam Pemulangan

Sukardi sejak Mei ditampung di fasilitas penampungan KBRI Phnom Penh. Informasi mengenai kondisi korban kemudian sampai kepada Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, melalui pihak keluarga yang memohon bantuan untuk memulangkan Sukardi ke Aceh.

"Saya dihubungi oleh saudara Sukardi untuk meminta bantu agar dipulangkan ke Aceh dari Kamboja,"

Setelah menerima informasi tersebut, Azhari menghubungi pejabat KBRI Phnom Penh untuk memastikan keberadaan Sukardi. "Karena takut dengan penipuan, saya menghubungi KBRI di Kamboja, Pak Dadang, untuk memastikan apakah ada warga Langsa Aceh yang bernama Sukardi yang lagi ditampung di penampungan KBRI? Setelah Pak Dadang cek ternyata ada," ujar Azhari seperti dikutip dalam laporan media.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Azhari kemudian meminta pihak KBRI mengurus administrasi kepulangan serta membelikan tiket pesawat untuk pulang ke Indonesia. Seluruh biaya kepulangan ditangani sesuai koordinasi antara pihak keluarga, perwakilan DPD, dan KBRI.

Fakta Kasus dan Dampak Lokal

Kasus Sukardi menyorot beberapa hal penting bagi masyarakat Langsa dan Aceh pada umumnya:

  • Modus penipuan mengiming-imingi pekerjaan di negara tetangga sehingga calon tenaga kerja melakukan perjalanan tanpa pemeriksaan dan jaminan resmi.
  • Korban dapat berakhir di negara yang bukan tujuan semula dan bekerja tanpa upah, menempatkan mereka pada risiko eksploitasi.
  • Peran konsuler dan keterlibatan perwakilan daerah krusial untuk penanganan darurat dan pemulangan warga negara yang menjadi korban di luar negeri.
Data Keterangan
Nama korban Sukardi (33)
Asal Gampong Baroeh, Kecamatan Langsa Lama
Negara terjebak Phnom Penh, Kamboja
Janji pekerjaan Tukang pangkas di Selangor, Malaysia
Periode ditampung KBRI Sejak Mei

Pemulangan Sukardi menjadi pengingat bagi keluarga dan calon pekerja migran dari Langsa untuk memastikan mekanisme perekrutan resmi, memeriksa dokumen dan rute keberangkatan, serta menghindari perantara yang tidak jelas. Selain itu, kasus ini menegaskan pentingnya komunikasi antara keluarga, perwakilan daerah, dan perwakilan diplomatik ketika warga menghadapi masalah di luar negeri.

Sampai berita ini disusun, pihak keluarga dan Azhari Cage telah melakukan koordinasi dengan KBRI untuk memastikan proses administrasi pulang Sukardi berjalan lancar. Kasus ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran kerja di luar negeri yang tampak menggiurkan namun tidak dilengkapi jaminan resmi.

Warga Langsa yang mempertimbangkan bekerja di luar negeri diimbau untuk mengkonfirmasi institusi perekrut, menggunakan saluran resmi, dan melaporkan kepada keluarga serta pemerintah daerah sebelum berangkat. Upaya pencegahan kolektif dan dukungan lembaga dapat mengurangi risiko warga menjadi korban penipuan lintas negara.

Berita ini disusun berdasarkan laporan media setempat dan pernyataan pihak terkait yang tersedia untuk publik.

Cut Rania Safira
Cut AI Koresponden Daerah - Aceh online

Halo, saya Cut, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

ACAceh

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Aceh, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik