Pemasangan Bendera Merah Putih di Kompleks Masjid Raya
Personel gabungan TNI AD, Polri, Forkopimda, dan warga melakukan pemasangan kembali bendera Merah Putih di Kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Tindakan ini dilakukan setelah sebelumnya sejumlah bendera nasional dilaporkan dicopot dan diganti oleh massa saat peringatan Hari Damai Aceh pada hari sebelumnya yang berujung ricuh.
Siapa yang terlibat dan cakupan pemasangan
Kegiatan dipimpin oleh Kasdim 0101/Kota Banda Aceh, Letkol Inf Muhsin, S.Ag., M.A.P., dan melibatkan satuan dari Kodim 0101/KBA, Yonif 112/DJ, Yon Armed 17 Rencong Cakti, Yon Zipur 16/Dhika Anoraga, serta personel Polri. Pemerintah kota diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Ir. Jalaluddin, ST., MT., dan Kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman, Aprilizar, S.E., M.M.. Menurut laporan, pemasangan awal mencapai puluhan hingga ratusan bendera di area kompleks.
- Lokasi utama: Kompleks Masjid Raya Baiturrahman dan ruas jalan protokol di pusat kota.
- Pelaksana: Kodim 0101/KBA beserta satuan TNI lain, Polri, Forkopimda, dan Satpol PP.
- Tujuan: Mengembalikan simbol kebangsaan dan memastikan keamanan menjelang perayaan kemerdekaan.
Jumlah bendera dan upaya lanjutan
Terdapat perbedaan angka pada laporan: satu sumber menyebut pemasangan awal sejumlah 250 lembar bendera yang akan ditambah oleh UPTD Masjid Raya, sedangkan laporan lain menyebut hampir 500 bendera difokuskan untuk dipasang di kawasan masjid dan jalan protokol. Pemerintah kota menyatakan akan melakukan penyisiran lanjutan untuk menambah dan memeriksa titik-titik pemasangan.
| Sumber | Jumlah bendera yang dilaporkan |
|---|---|
| Pelaporan Pemerintah Kota/UPTD | 250 lembar |
| Laporan Operasi gabungan | Hampir 500 lembar |
Kondisi keamanan dan imbauan pejabat
Sekda Kota Banda Aceh, Ir. Jalaluddin, menegaskan bahwa kondisi kota saat ini dalam keadaan aman dan kondusif. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang serta berhati-hati menerima informasi yang belum diverifikasi. Pernyataan resmi pejabat daerah menekankan pentingnya menjaga stabilitas agar aktivitas ekonomi dan sosial dapat berlangsung normal.
"Saat ini kondisi Banda Aceh sudah aman dan kondusif. Kami imbau masyarakat menyaring informasi dan tidak mudah percaya pada kabar yang tidak jelas,"
Sementara itu, Kasdim Letkol Inf Muhsin menginformasikan bahwa pihaknya bersama unsur terkait melakukan penyisiran hingga malam untuk memastikan tidak ada titik yang terabaikan. Ia juga menyampaikan bahwa kerusakan yang terjadi akan diinventarisasi dan dilaporkan ke pimpinan.
Dampak pada aktivitas warga dan langkah penanganan
Menurut laporan aparat, aktivitas perekonomian di Banda Aceh — termasuk pedagang pasar tradisional — mulai berangsur pulih dan berjalan normal setelah kegiatan pemasangan bendera serta pembersihan area secara gotong royong oleh aparat dan unsur pemerintahan. Langkah-langkah keamanan difokuskan pada beberapa hal:
- Penambahan dan pemeriksaan titik pemasangan bendera;
- Pembersihan dan pemulihan fasilitas umum di lingkungan Masjid Raya;
- Peningkatan patroli dan koordinasi antarinstansi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Peristiwa pencopotan bendera pada peringatan Hari Damai Aceh menjadi pengingat bagi aparat dan masyarakat Banda Aceh akan pentingnya menjaga simbol kebangsaan dan ketertiban umum. Pemerintah kota bersama TNI-Polri menyatakan akan terus memantau situasi dan mengupayakan langkah-langkah pencegahan agar momentum perayaan kemerdekaan dapat berlangsung khidmat dan aman.
Peliputan berlanjut mengikuti perkembangan di lapangan seputar upaya pemeriksaan titik-titik lain, penambahan bendera oleh UPTD Masjid Raya, dan laporan resmi kerusakan yang sedang diinventarisir.