Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui BKKBN Perwakilan Aceh meresmikan Rumah Singgah Lansia Merdeka di Banda Aceh pada 18 Agustus 2026. Peresmian berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan dihadiri oleh unsur perangkat gampong serta tokoh masyarakat setempat, termasuk Hj. Salmawati, anggota DPRA.
Ruang kegiatan siang hari, bukan panti jompo
Penyelenggara menegaskan bahwa Rumah Singgah Lansia Merdeka bukanlah panti jompo. Konsep yang diusung adalah memberikan ruang sehari bagi lansia untuk berkegiatan, bersosialisasi, dan tetap produktif, sementara peserta tetap tinggal bersama keluarga masing-masing. Kegiatan berlangsung setiap Senin hingga Kamis, dengan pola peserta datang pada pagi hari dan kembali ke rumah pada sore hari.
"Di sini ada senam, pemeriksaan kesehatan, kajian agama, termasuk kegiatan-kegiatan produktif lainnya. Kita harap semua lansia di Banda Aceh dan sekitarnya tidak lagi merasa kesepian, bisa bersilaturahmi dan juga produktif,"
Komentar di atas disampaikan oleh Ketua BFLF, Michael Octaviano, yang menjelaskan tujuan pendirian rumah singgah tersebut sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan lansia akan ruang berkegiatan tanpa harus terpisah dari keluarga.
Program, peserta, dan cakupan layanan
Menurut panitia, program yang disiapkan untuk peserta mencakup:
- Senam lansia untuk menjaga kebugaran;
- Pemeriksaan kesehatan berkala;
- Kajian agama;
- Kegiatan produktif yang memanfaatkan keahlian dan pengalaman lansia.
Seluruh kegiatan diselenggarakan secara gratis. Hingga hari peresmian, puluhan lansia telah mendaftar sebagai peserta. Mereka berasal dari beberapa kawasan di Banda Aceh, antara lain Lueng Bata, Prada, dan Kuta Baru. Program terbuka bagi warga berusia 60 tahun ke atas. Meskipun saat ini mayoritas peserta perempuan, panitia membuka pendaftaran untuk lansia laki-laki.
| Hari | Kegiatan (umum) |
|---|---|
| Senin | Senam, kegiatan sosial |
| Selasa | Pemeriksaan kesehatan, konsultasi |
| Rabu | Kajian agama, diskusi |
| Kamis | Kegiatan produktif dan pelatihan berbagi keahlian |
Peran lansia sebagai pemateri dan penguatan jaringan keluarga
Selain sebagai peserta, lansia juga dapat berperan sebagai pemateri berdasarkan pengalaman dan keterampilan yang dimiliki. Contoh yang disebutkan oleh panitia adalah berbagi pengetahuan dalam bidang kuliner atau kesehatan. Model ini bertujuan meningkatkan penghargaan terhadap kapasitas lansia sekaligus memperkuat jaringan sosial antar keluarga dan komunitas.
Pelibatan perangkat gampong dan unsur dinas terkait pada peresmian menunjukkan upaya kolaborasi antara lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah daerah dalam penyediaan layanan sosial. Pendekatan yang menempatkan lansia tetap bersama keluarga diharapkan sesuai dengan nilai-nilai kekerabatan dan adat setempat di Banda Aceh, yang menghormati peran orang tua dalam rumah tangga.
Pengoperasian Rumah Singgah Lansia Merdeka menjadi salah satu alternatif penanganan kebutuhan lansia yang meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia. Dengan pola layanan harian, program ini berpotensi mengurangi rasa sepi pada lansia, memfasilitasi akses kesehatan dasar, serta memelihara keterampilan dan nilai sosial yang dimiliki lansia di Banda Aceh.
Panitia mengajak keluarga lansia di Banda Aceh dan sekitarnya untuk memanfaatkan fasilitas tersebut sehingga tujuan memelihara kesejahteraan fisik, mental, dan sosial lansia dapat tercapai tanpa mengabaikan ikatan kekeluargaan.