Sungai Raya, Kubu Raya — Seorang warga lansia, Kasim (65), meninggal dunia di kebun sawit di Dusun Rasau Karya, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, saat terlibat membantu pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penemuan di lokasi kebun
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menyampaikan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup dan tidak bergerak pada Selasa (11/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban sehari-hari bekerja sebagai penjaga kebun milik seorang warga bernama Ahmad dan juga memberi dukungan logistik kepada tim yang melakukan upaya pemadaman.
Kronologi singkat kejadian
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian dan warga setempat, sebelum ditemukan meninggal, Kasim sempat meninggalkan kebun untuk membeli makanan. Setelah kembali, ia makan dan beristirahat. Korban kemudian melanjutkan aktivitas dengan membersihkan ranting pohon di sekitar kebun.
Beberapa saat kemudian, Ahmad menemui Kasim yang sedang duduk dan mengeluhkan rasa mual serta ingin muntah. Ahmad menawarkan minuman dan menyarankan agar Kasim pulang untuk beristirahat, tetapi korban menolak. Ahmad lalu berkeliling meninjau kebun sebelah dan sekitar dua jam kemudian kembali. Saat memeriksa lokasi, Ahmad menemukan Kasim tertelungkup dan tidak bergerak, lalu meminta pertolongan.
Evakuasi dan penanganan medis
Tim gabungan yang sedang menangani karhutla di sekitar lokasi, terdiri dari personel TNI-Polri, BNPB, pemadam kebakaran, Manggala Agni, dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), segera mendatangi lokasi untuk mengevakuasi korban ke RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kubu Raya.
"Kasim ditemukan dalam posisi tertelungkup dan tidak bergerak di kebun tersebut pada Selasa (11/8) sekitar pukul 16.00 WIB kemarin,"
Dokter jaga di RSUD Tuan Besar Syarif Idrus menyatakan nyawa korban tidak tertolong. Pemeriksaan medis awal menduga penyebab kematian adalah serangan jantung. Polsek Rasau Jaya kemudian meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan.
Peran warga dan relawan dalam upaya pemadaman
Insiden ini menyoroti keterlibatan warga setempat sebagai penopang logistik dan pengawas lapangan dalam operasi pemadaman karhutla. Di lokasi kejadian, berbagai unsur terlibat dalam upaya penanganan darurat:
- Personel TNI-Polri
- Tim BNPB
- Pemadam kebakaran setempat
- Manggala Agni
- Masyarakat Peduli Api (MPA)
Dampak dan langkah selanjutnya
Pihak kepolisian melalui Polsek Rasau Jaya melakukan pemeriksaan saksi untuk melengkapi berkas kejadian dan memastikan tidak ada faktor lain yang terlibat. Selain itu, kasus ini menimbulkan perhatian atas keselamatan warga yang berperan serta dalam pengendalian karhutla, khususnya tenaga non-profesional dan lansia yang rentan terhadap risiko kesehatan saat bekerja di lapangan.
Warga dan relawan yang ikut serta dalam kegiatan pemadaman dianjurkan memperhatikan kondisi fisik, membawa alat pelindung diri yang memadai, dan segera menghindari aktivitas berat jika merasakan gejala seperti mual, pusing, atau sesak napas. Pemeriksaan kesehatan rutin dan koordinasi lebih ketat dengan petugas profesional diperlukan untuk mengurangi risiko serupa di masa mendatang.
Penyerahan jenazah
Pada sekitar pukul 17.20 WIB, jenazah Kasim dibawa dari rumah sakit ke rumah duka di Dusun Bina Karya, Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, untuk proses lebih lanjut dan penyerahan kepada keluarga. Hingga laporan ini disusun, penyelidikan oleh kepolisian masih berlangsung untuk memastikan seluruh aspek kejadian.
| Waktu | Keterangan |
|---|---|
| 11 Agustus, sekitar pukul 16.00 WIB | Kasus ditemukan tertelungkup di kebun |
| Sekitar pukul 17.20 WIB | Jenazah dibawa ke rumah duka |
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan menuntut perhatian tidak hanya pada aspek teknis pemadaman, tetapi juga pada keselamatan tenaga pendukung lapangan, kesehatan warga, dan kesiapsiagaan medis setempat.