Kayong Utara — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan di Kabupaten Kayong Utara secara resmi ditutup pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026. Penutupan menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak 2 Agustus 2026 dan diikuti delegasi dari kabupaten serta kota se-Kalbar.
Pemenang dan prestasi tuan rumah
Berdasarkan pengumuman panitia, Kabupaten Kubu Raya keluar sebagai juara umum pada MTQ kali ini. Sementara itu, tuan rumah Kayong Utara berhasil menempatkan diri dalam jajaran lima besar, sebuah capaian yang mendapat perhatian publik dan pemerintah daerah setempat.
| Posisi | Peserta |
|---|---|
| Juara Umum | Kabupaten Kubu Raya |
| Top 5 | Kabupaten Kayong Utara (tuan rumah) |
Rangkaian acara dan partisipasi
Panitia mencatat lebih dari 2.500 tamu undangan, peserta, dan pendukung yang hadir selama rangkaian MTQ. Selain pertandingan tilawah dan cabang lomba lain, kegiatan disiarkan melalui media massa serta kanal media sosial, yang memperluas jangkauan acara hingga ke masyarakat yang tidak hadir langsung di lokasi.
- Periode pelaksanaan: 2–8 Agustus 2026
- Lokasi: Kabupaten Kayong Utara
- Jumlah peserta dan tamu: lebih dari 2.500 orang
Apresiasi pemerintah provinsi dan makna MTQ
Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Sumber Daya Manusia, Sefri Kurniadi, memberikan apresiasi atas kualitas penyelenggaraan MTQ. Menurut Sefri, acara tahun ini termasuk salah satu yang paling meriah dan tertata dalam beberapa tahun terakhir, baik dari segi teknis maupun antusiasme publik.
"Banyak sekali tamu undangan dan warganet yang menyampaikan apresiasi penyelenggaraan MTQ tahun ini. Ini menjadi salah satu penyelenggaraan yang paling meriah dan paling tertata dalam beberapa tahun terakhir. Ini kebanggaan kita bersama, khususnya masyarakat Kayong Utara, sebagai tuan rumah MTQ ke-34,"
Kata-kata itu menggambarkan harapan pemerintah bahwa MTQ tidak sekadar kompetisi, melainkan juga sarana pembinaan keagamaan, penguatan nilai, dan pengembangan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan masyarakat.
Pandangan tuan rumah
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menegaskan bahwa MTQ menyimpan makna yang lebih luas daripada sekadar perolehan piala. Menurutnya, pelaksanaan MTQ merupakan wadah untuk syiar Islam, pembinaan umat, dan pembentukan kebiasaan membaca serta memahami Al-Qur’an di tingkat komunitas.
Romi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat — mulai dari panitia, perangkat daerah, tokoh masyarakat, hingga relawan — sehingga penyelenggaraan dapat berlangsung lancar dan meriah. Ucapan terima kasih ini ditujukan pula kepada masyarakat setempat yang menyambut tamu dan peserta dengan hangat selama kegiatan berlangsung.
Dampak dan tindak lanjut
Penyelenggaraan MTQ yang tertata baik berpotensi mendorong kegiatan serupa di masa mendatang dan meningkatkan kapasitas daerah dalam mengelola event keagamaan besar. Selain aspek spiritual, MTQ juga membawa manfaat ekonomi lokal sementara melalui kunjungan peserta dan penonton yang menginap, menggunakan jasa transportasi, dan berbelanja di wilayah tuan rumah.
Pemerintah daerah dan penyelenggara diharapkan menangkap momentum ini untuk membina pembaca Al-Qur’an muda, memperkuat pembinaan qari dan qariah, serta memetakan kebutuhan pelatihan yang berkelanjutan agar prestasi daerah pada MTQ berikutnya terus meningkat.
Dengan berakhirnya MTQ XXXIV, perhatian kini bergeser pada evaluasi penyelenggaraan dan persiapan bagi kontingen Kalbar menuju agenda keagamaan tingkat yang lebih tinggi. Bagi Kayong Utara, pencapaian masuk lima besar menjadi modal bagi penguatan kegiatan keagamaan dan budaya lokal di masa mendatang.