WAMENA — Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Papua Pegunungan di Stadion Pendidikan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (17/8/2026), berlangsung dalam suasana khidmat dan aman meskipun sempat dipenuhi kekhawatiran masyarakat akibat tersebarnya isu gangguan keamanan.
Pelaksanaan upacara dan peran Paskibraka
Upacara yang diawali dengan pengibaran bendera pada pagi hari dan diakhiri dengan penurunan Sang Merah Putih pada sore hari itu melibatkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi. Gubernur Papua Pegunungan John Tabo bertindak sebagai inspektur upacara pada prosesi pengibaran, sedangkan Wakil Gubernur Ones Pahabol menjadi inspektur pada penurunan bendera.
Menurut laporan, jumlah anggota Paskibraka pada peringatan tahun ini mencapai sekitar 72 orang. Jumlah tersebut berada dalam rentang yang ditetapkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk tingkat provinsi, yaitu antara 38 hingga 72 orang, dengan penyesuaian berdasarkan kemampuan pembiayaan daerah. Para anggota Paskibraka menjalani rangkaian persiapan dan latihan untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan baik.
Respons pemerintah dan aparat keamanan
Gubernur John Tabo menyampaikan apresiasi atas penampilan Paskibraka dan menilai generasi muda Papua Pegunungan telah menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan. Dalam sambutannya, gubernur memberikan penghormatan kepada seluruh pihak yang terlibat sehingga rangkaian peringatan dapat terlaksana dengan baik.
"Saya kasihi para peserta upacara, para pengibar bendera, sangat sempurna, tahun lalu juga sangat sempurna. Tuhan Yesus berkati, walaupun provinsi yang baru lahir tapi adik-adik saya kelihatan sudah siap menghadapi tantangan. Hari esok lebih baik daripada hari ini,"
Wakil Gubernur Ones Pahabol turut menyatakan apresiasi kepada jajaran TNI-Polri yang dinilai sigap menjaga keamanan selama seluruh rangkaian acara. Pernyataan tersebut menegaskan koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk menjaga kelancaran prosesi kenegaraan.
Situasi keamanan dan reaksi masyarakat
Sebelumnya, muncul kekhawatiran di kalangan masyarakat Wamena setelah beredarnya isu terkait potensi gangguan dari kelompok bersenjata yang disebut-sebut oleh beberapa pihak. Isu-isu ini tersebar melalui media sosial dan sempat membuat suasana mencekam menjelang peringatan HUT RI. Meski demikian, pelaksanaan upacara pada hari H berlangsung aman dan hikmat.
- Pelaksanaan upacara: Pengibaran dan penurunan bendera berlangsung di Stadion Pendidikan Wamena dengan melibatkan Paskibraka provinsi.
- Jumlah Paskibraka: Sekitar 72 orang, sesuai rentang yang diatur BPIP.
- Keamanan: Situasi dinyatakan kondusif dan mendapat pengawasan intensif TNI-Polri.
Gubernur John Tabo mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan mengenai isu-isu yang beredar di media sosial, namun juga mengajak warga untuk tetap tenang dan berserah kepada Tuhan. Pernyataan gubernur memadukan apresiasi terhadap keberhasilan upacara dan seruan kewaspadaan terhadap potensi informasi yang dapat menimbulkan kecemasan.
| Aspek | Informasi |
|---|---|
| Tempat | Stadion Pendidikan Wamena, Kabupaten Jayawijaya |
| Inspektur Upacara (Pengibaran) | Gubernur John Tabo |
| Inspektur Upacara (Penurunan) | Wakil Gubernur Ones Pahabol |
| Jumlah Paskibraka | Sekitar 72 orang (rentang BPIP 38–72) |
Dalam pandangan warga lokal, keberhasilan penyelenggaraan upacara meskipun sempat muncul isu keamanan memberikan rasa lega sekaligus kebanggaan. Bagi banyak pihak, momen HUT ke-81 tidak hanya menjadi seremoni kenegaraan tetapi juga kesempatan untuk memperkuat semangat kebangsaan di kalangan generasi muda Papua Pegunungan.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyatakan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi, termasuk aparat keamanan dan masyarakat, atas kelancaran penyelenggaraan kegiatan. Pelaksanaan upacara tahun ini di Wamena menegaskan kembali upaya menjaga tradisi kenegaraan di daerah yang relatif baru berdiri sebagai provinsi.