Pengembangan kampus berimbang antara teknologi dan nilai
Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan arah pengembangan kampus tidak hanya berfokus pada kemajuan teknologi, tetapi juga menempatkan nilai kemanusiaan, tradisi lokal, dan kepedulian lingkungan sebagai landasan. Pernyataan itu disampaikan Rektor UINSSC, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., saat rangkaian kegiatan wisuda ke-5, Dies Natalis ke-61, dan pengukuhan guru besar di Hotel Apita Cirebon, Rabu (12/8/2026).
Aan menekankan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital harus diimbangi oleh penguatan spiritualitas dan etika. Menurutnya, kemajuan teknologi perlu diarahkan agar memberi manfaat bagi masyarakat luas, tidak sekadar mengejar kecepatan dan efisiensi.
"Dunia tidak sekadar membutuhkan kecepatan komputasi, melainkan kedalaman nurani dan arah nilai spiritual,"
Rektor juga mendorong penerapan konsep humanisme digital di lingkungan kampus, yakni pemanfaatan teknologi yang tetap berlandaskan nilai kemanusiaan. Pendekatan ini bertujuan membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan tanggung jawab moral.
Memanfaatkan tradisi lokal sebagai sumber keilmuan
Aan menjelaskan bahwa pengembangan ilmu di UINSSC turut memanfaatkan kekayaan tradisi lokal Cirebon, yang menurutnya berakar pada sejarah tokoh-tokoh Islam seperti Syekh Nurjati dan Sunan Gunung Jati. Integrasi tradisi lokal ke dalam kurikulum dan pengajaran dimaksudkan untuk memperkaya perspektif keilmuan dan menegaskan identitas budaya kampus.
Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat setempat, sehingga ilmu yang diajarkan lebih relevan dengan konteks kebudayaan dan kebutuhan lokal.
Green Campus: integrasi fikih lingkungan dan ilmu modern
Salah satu fokus kebijakan pengembangan adalah penguatan kepedulian terhadap lingkungan. UINSSC berencana mengintegrasikan prinsip fikih lingkungan (fiqh al-bi'ah) dengan ilmu pengetahuan modern sebagai dasar pembelajaran dan kegiatan kampus untuk mewujudkan konsep Green Campus.
Dengan penggabungan tersebut, kampus berharap lulusan tidak hanya mampu bersaing di dunia kerja, tetapi juga membawa nilai kepedulian lingkungan dan kemaslahatan dalam kiprahnya.
Data wisuda dan distribusi fakultas
Rangkaian wisuda ke-5 UINSSC dilaksanakan secara khidmat selama tiga hari berturut-turut. Total lulusan mencapai 1.868 orang, yang menggambarkan skala kontribusi kampus terhadap pendidikan tinggi di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
| Fakultas / Program | Jumlah Wisudawan |
|---|---|
| Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam | 312 |
| Fakultas Ushuluddin dan Adab | 156 |
| Program Pascasarjana Magister | 93 |
| Program Pascasarjana Doktor | 108 |
Konsekuensi lokal dan harapan
Penguatan nilai kemanusiaan, tradisi lokal, dan kepedulian lingkungan oleh UINSSC membawa beberapa implikasi bagi masyarakat Cirebon. Pertama, lulusan yang menginternalisasi nilai-nilai tersebut berpeluang menjadi tenaga profesional yang sensitif terhadap konteks sosial dan budaya setempat. Kedua, integrasi fikih lingkungan dapat memperkaya wacana lokal mengenai praktik ramah lingkungan yang bersumber dari tradisi dan ajaran agama. Ketiga, pendekatan humanisme digital memberi sinyal bahwa kawasan Cirebon tidak hanya mengikuti arus teknologi, tetapi juga berusaha membentuk arah pemanfaatannya demi kemaslahatan masyarakat.
Namun demikian, penerapan kebijakan tersebut membutuhkan kolaborasi antara civitas akademika, pemerintah daerah, dan komunitas lokal agar program nyata seperti kurikulum adaptif, kegiatan pengabdian masyarakat berbasis tradisi, dan inisiatif hijau di kampus dapat berjalan efektif.
Dengan arah yang jelas itu, UINSSC berharap para lulusan tidak hanya siap menghadapi tantangan profesional, tetapi juga mampu membawa perubahan positif bagi Cirebon dan sekitarnya melalui kombinasi ilmu, nilai, dan kepedulian lingkungan.
We News — Koresponden Daerah Jawa Barat