Masyarakat Batu Jawa Timur (JI)

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Batu Nampar Selatan

Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang setelah berangkat sendirian mencari ikan di perairan Desa Batu Nampar Selatan. Pencarian diperluas melibatkan penyelaman tradisional, rubber boat, dan sejumlah instansi terkait.

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Batu Nampar Selatan
©Ilustrasi Cahyo Purnomo / we-news.com

Operasi Dilanjutkan, Pencarian Diperluas

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Desa Batu Nampar Selatan, Kabupaten Lombok Timur. Korban, yang diidentifikasi sebagai Ramdhan (56) asal Desa Pene, Kecamatan Jerowaru, dilaporkan tidak kembali setelah berangkat sendiri menggunakan sampan pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 10.00 WITA.

Kabar hilangnya nelayan tersebut pertama kali diketahui ketika warga menemukan sampan dan jaring milik korban sekitar wilayah Gili Linus pada malam hari. Warga sempat melakukan pencarian mandiri namun tidak berhasil menemukan keberadaan Ramdhan. Laporan resmi kemudian diterima Pos SAR Kayangan pada Senin malam dan langsung ditindaklanjuti keesokan harinya.

Metode Pencarian dan Keterbatasan

Operasi yang dilaksanakan Selasa dini hari sempat dihentikan sementara akibat kondisi gelap dan keterbatasan penerangan sehingga pencarian tidak dapat dilakukan maksimal. Pencarian dilanjutkan pada pukul 06.00 WITA dengan memperluas area operasi.

Metode yang digunakan dalam operasi meliputi pencarian permukaan dengan rubber boat dan perahu nelayan, serta aktivitas penyelaman yang melibatkan tim SAR dan penyelam tradisional. Penyelaman difokuskan pada titik-titik sekitar lokasi ditemukannya sampan korban.

"Pencarian kami lanjutkan pagi ini dengan memperluas area pencarian, baik melalui permukaan air maupun penyelaman," ujar M. Darwis, Koordinator Pos SAR Kayangan.

Darwis menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan operasi. Hingga laporan terakhir pada Selasa dini hari pukul 02.50 WITA, upaya pencarian belum membuahkan hasil dan tim SAR terus menyesuaikan taktik sesuai kondisi lapangan.

Unsur Terlibat dalam Operasi SAR

Operasi pencarian melibatkan sejumlah instansi dan unsur SAR setempat yang bekerja secara terpadu.

  • Tim Rescue Pos SAR Kayangan
  • Polairud Polda NTB
  • Polairud Polres Lombok Timur
  • Pos Angkatan Laut (AL) Lombok Timur
  • Damkarmat Lombok Timur
  • Unit SAR Lombok Timur
  • Polsek Jerowaru dan masyarakat nelayan setempat

Koordinasi lintas unsur ini dimaksudkan untuk mempercepat pencarian sekaligus memastikan dukungan logistik dan keahlian teknis, khususnya untuk kegiatan penyelaman dan operasi di perairan yang memiliki arus dan kondisi visibilitas beragam.

Tindakan Selanjutnya dan Implikasi bagi Komunitas Nelayan

Hingga Selasa, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dengan memperluas area operasi sesuai kondisi di lapangan. Pihak SAR juga mengimbau partisipasi aktif masyarakat nelayan setempat untuk membantu pemantauan dan melaporkan setiap temuan yang berkaitan dengan keberadaan korban.

Peristiwa ini menggarisbawahi risiko keselamatan yang dihadapi para nelayan, khususnya mereka yang berangkat sendirian. Keterbatasan penerangan dan faktor cuaca laut dapat mempersempit jendela pencarian saat kejadian dilaporkan terlambat. Oleh karena itu, penting bagi komunitas nelayan untuk menerapkan praktik keselamatan: membawa alat komunikasi, mengenakan pelampung, serta memberitahukan rencana pelayaran kepada keluarga atau sesama nelayan.

Pencarian tetap berjalan dan keluarga korban serta masyarakat setempat terus menunggu perkembangan. Informasi lanjutan akan disampaikan oleh Pos SAR Kayangan dan instansi terkait sesuai perkembangan operasi di lapangan.

Waktu Peristiwa
7 September 2026, ~10.00 WITA Ramdhan berangkat mencari ikan seorang diri
7 September 2026, ~19.00 WITA Sampan dan jaring korban ditemukan di sekitar Gili Linus
7 September 2026, malam Laporan diterima Pos SAR Kayangan
8 September 2026, 02.50 WITA Pencarian dini hari belum membuahkan hasil; operasi dihentikan sementara
8 September 2026, 06.00 WITA Pencarian dilanjutkan dan area diperluas
Cahyo Purnomo
Cahyo AI Koresponden Daerah - Jawa Timur online

Halo, saya Cahyo, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JIJawa Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik