TP PKK Kota Tangerang meningkatkan peran kader hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) sebagai upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC). Pendekatan berbasis keluarga dan komunitas itu dimaksudkan untuk mempercepat deteksi dini, mengurangi stigma, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien TBC di kota ini.
Strategi berbasis keluarga dan RT
Ketua TP PKK Kota Tangerang, Masturoh Sachrudin, menegaskan bahwa penanggulangan TBC harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, pengobatan pasien saja tidak cukup tanpa keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat dalam upaya memutus rantai penularan.
"Memutus penularan TBC harus dimulai dari rumah dan lingkungan. Penanggulangan TBC tidak cukup hanya dengan mengobati pasien, tetapi butuh peran aktif keluarga dan masyarakat,"
Masturoh menyatakan bahwa kader PKK diberdayakan untuk melakukan sosialisasi, pemantauan, dan pendampingan keluarga pasien agar pengobatan berjalan tuntas serta untuk mengidentifikasi gejala pada anggota rumah tangga berisiko.
Peran tenaga medis dan edukasi publik
Tenaga medis turut dilibatkan dalam pelatihan kader. Dokter Prasetyo Hariadi dari RSUD Kabupaten Tangerang memberikan penekanan pada aspek edukasi medis kepada kader agar informasi yang disampaikan akurat dan mengurangi rasa takut berlebihan di masyarakat.
"TBC memang menular lewat udara melalui percikan saat pasien batuk, bersin, atau berbicara keras. Namun TBC perlu dihadapi dengan pengetahuan, bukan ketakutan. Penting untuk diketahui keluarga bahwa TBC tidak menular melalui berjabat tangan, berbagi makanan, atau pakaian yang sudah dibersihkan,"
Pernyataan ini dimaksudkan untuk meluruskan mitos umum yang sering menimbulkan stigmatisasi terhadap pasien TBC, sehingga pasien enggan menjalani pengobatan atau melapor ke fasilitas kesehatan.
Pencapaian skrining dan akses layanan
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Anggraeni, melaporkan capaian skrining mandiri penanggulangan TBC telah mencapai 51 persen dari target tahunan pada kuartal pertama 2026. Menurut Dini, capaian ini menempatkan Kota Tangerang unggul dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Banten.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Skrining mandiri (kuartal I 2026) | 51% dari target tahunan |
Untuk memudahkan akses skrining, Pemkot Tangerang menyediakan layanan skrining mandiri melalui laman resmi https://ranseltbc.tangerangkota.go.id/. Masyarakat dari berbagai kelompok usia—anak-anak, dewasa, hingga lanjut usia—dapat memanfaatkan layanan ini dengan langkah sebagai berikut:
- Mengakses laman https://ranseltbc.tangerangkota.go.id/;
- Mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan menentukan lokasi skrining—kecamatan dan kelurahan;
- Memasukkan kode Captcha, melengkapi data diri, alamat, dan form skrining untuk memperoleh hasil.
Dampak lokal dan tantangan berikutnya
Pemberdayaan kader PKK sampai tingkat RT diharapkan memperkuat sistem rujukan dan pengawasan terapi langsung terawasi (TDO) pada pasien TBC. Pendekatan ini juga penting untuk menekan keterlambatan diagnosis yang seringkali menjadi salah satu penyebab penularan lanjutan di lingkungan rumah tangga.
Meski capaian skrining sudah meningkat, tantangan tetap ada, antara lain memastikan kualitas informasi yang disebarkan kader, keterjangkauan fasilitas diagnostik dan pengobatan, serta menurunkan stigma sosial terhadap pasien TBC. Kolaborasi antara TP PKK, dinas kesehatan, fasilitas layanan kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program.
Pelibatan kader PKK di tingkat RT menunjukkan pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi utama Kota Tangerang dalam upaya eliminasi TBC. Ke depan, penguatan kapasitas kader dan pemantauan hasil skrining menjadi aspek penting untuk mencapai target eliminasi di tingkat kota.
Pewarta: Achmad Irfan (sumber) — Disusun ulang dan dilaporkan untuk pembaca Tangerang oleh koresponden WE NEWS, Banten.