PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 364,15 miliar kepada tiga pemerintah daerah di Provinsi Lampung untuk mendukung pembangunan dan peningkatan infrastruktur transportasi. Dana tersebut dialokasikan ke Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Pemerintah Kota Bandar Lampung, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.
Rincian pembiayaan dan tujuan
Menurut keterangan resmi PT SMI, dana ini bakal digunakan untuk berbagai proyek infrastruktur yang berfokus pada jalan, trotoar, drainase, serta pembangunan jembatan. Rincian alokasi per daerah adalah sebagai berikut:
- Pemkab Tanggamus: Rp 65 miliar — untuk peningkatan lima ruas jalan, pemeliharaan delapan ruas jalan, dan pembangunan dua jembatan.
- Pemkot Bandar Lampung: Rp 99,15 miliar — untuk peningkatan enam ruas jalan, revitalisasi trotoar pada tiga ruas jalan, serta revitalisasi trotoar dan drainase pada satu ruas jalan.
- Pemkab Lampung Timur: Rp 200 miliar — untuk penanganan lima ruas jalan strategis.
| Daerah | Nilai Pembiayaan | Fokus Pekerjaan |
|---|---|---|
| Tanggamus | Rp 65 miliar | Peningkatan 5 ruas, pemeliharaan 8 ruas, pembangunan 2 jembatan |
| Bandar Lampung | Rp 99,15 miliar | Peningkatan 6 ruas, revitalisasi trotoar 3 ruas, trotoar & drainase 1 ruas |
| Lampung Timur | Rp 200 miliar | Penanganan 5 ruas jalan strategis |
Alasan dan manfaat pembiayaan
Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, menyatakan bahwa penyaluran dana ini dimaksudkan untuk memperkuat konektivitas serta meningkatkan produktivitas daerah. Ia menekankan peran infrastruktur jalan dalam memperlancar distribusi barang dan jasa serta menunjang mobilitas masyarakat yang pada akhirnya mendorong manfaat ekonomi berkelanjutan.
"Selain itu, dapat memperkuat distribusi barang dan jasa, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,"
Keterangan tersebut disampaikan dalam rilis yang dirilis PT SMI pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Respons daerah
Pihak Pemerintah Kabupaten Tanggamus menyambut baik pembiayaan ini. Bupati Tanggamus, Mohammad Saleh Asnawi, menyatakan bahwa dukungan pembiayaan akan mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur dasar di wilayahnya serta memperkuat konektivitas antarwilayah, yang diharapkan berdampak pada mobilitas dan akses ekonomi masyarakat setempat.
Implikasi bagi masyarakat Lampung
Peningkatan dan pemeliharaan ruas jalan serta pembangunan jembatan berpotensi mengurangi biaya logistik, memangkas waktu tempuh, dan menurunkan risiko kecelakaan akibat kondisi jalan buruk. Revitalisasi trotoar dan drainase juga meningkatkan keselamatan pejalan kaki serta mengurangi genangan saat hujan, yang penting bagi kota-kota pesisir seperti Bandar Lampung.
Untuk masyarakat dan pelaku usaha lokal, proyek ini diharapkan membuka lapangan kerja sementara saat pelaksanaan konstruksi serta mendorong aktivitas ekonomi di sepanjang koridor yang ditangani. Pemerintah daerah perlu memastikan proses tender dan pelaksanaan proyek berjalan transparan serta sesuai standar teknis untuk menghasilkan manfaat jangka panjang.
Proses pelaksanaan dan pengawasan
Meski rincian jadwal pelaksanaan dan mekanisme tender belum dijabarkan dalam rilis SMI, praktik umum pembiayaan infrastruktur publik menuntut koordinasi erat antara pemerintah daerah, kontraktor, dan lembaga pembiayaan untuk memastikan penyerapan anggaran tepat waktu serta kualitas pekerjaan sesuai spek. Masyarakat dan pemangku kepentingan lokal dapat meminta informasi lebih lanjut mengenai jadwal, lokasi ruas prioritas, serta mekanisme pengawasan proyek.
Dengan penyaluran ini, Lampung memperoleh suntikan dana infrastruktur yang signifikan untuk tahun berjalan yang diharapkan memperbaiki konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ria Anjani, Koresponden Daerah - Lampung