Sebuah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan mobil dinas Bupati Lampung Selatan terjebak pada jalur tanah berbatu yang rusak. Dalam video itu, terlihat sejumlah warga menyuarakan keluhan kondisi jalan yang menurut mereka belum mendapat sentuhan perbaikan selama bertahun-tahun.
Insiden saat kunjungan lapangan
Dalam potongan video berdurasi singkat, kendaraan dinas berwarna hitam dengan pelat nomor BE 1 D tampak berjuang melewati tanjakan berbatu. Suasana sekitar diwarnai kerumunan warga yang berdiri di pinggir jalan dan memanggil sang kepala daerah.
"Pak Bupati, pak tolong pak jalan,"
Ucapan tersebut terdengar ketika Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, terlihat membuka kaca mobil untuk menyimak keluhan warga. Seorang warga menjawab saat ditanya sejak kapan kondisi jalan seperti itu: "Udah lama pak, katanya terakhir sentuhan renovasi itu tahun 2007, pak." Setelah interaksi singkat, kendaraan dinas tersebut kehilangan cengkeraman dan akhirnya terjebak di tumpukan batu besar.
Reaksi publik dan konteks
Video yang memperlihatkan momen tersebut menjadi viral dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang menyoroti kondisi infrastruktur yang dinilai mengganggu aksesibilitas warga, terutama di kawasan yang bergantung pada satu jalur penghubung. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, disebutkan bahwa Radityo baru dilantik pada awal 2025; kunjungan itu kemudian menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada kepala daerah.
Permasalahan infrastruktur yang berlarut
Keluhan warga dalam video menonjolkan masalah klasik di daerah: jalan yang rusak dan jarang mendapat perbaikan menyeluruh. Dampak langsung dari kondisi tersebut antara lain:
- Kesulitan mobilitas bagi kendaraan pribadi dan angkutan publik;
- Risiko kerusakan kendaraan dan biaya perawatan yang meningkat bagi warga;
- Terhambatnya akses layanan publik dan distribusi kebutuhan pokok.
Warga yang hadir saat kejadian memanfaatkan momen tersebut untuk menyuarakan harapan agar pemerintah daerah segera menuntaskan perbaikan jalan. Dalam beberapa respons di media sosial, pihak-pihak menyoroti perlunya penanganan prioritas dan alokasi anggaran yang jelas untuk perbaikan infrastruktur pedesaan.
Data kronologi singkat
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 2007 | Disebut sebagai terakhir kali jalan mendapat "sentuhan renovasi" menurut warga di lokasi |
| Awal 2025 | Radityo Egi Pratama resmi dilantik sebagai Bupati Lampung Selatan (tercantum dalam unggahan) |
| Belum ditentukan | Video viral memperlihatkan mobil dinas terjebak dan warga menyampaikan keluhan langsung |
Apa yang perlu diperhatikan pemerintah daerah
Insiden ini menyoroti beberapa langkah yang dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan DPRD setempat, antara lain:
- Identifikasi titik-titik jalan yang paling parah kondisinya dan penyusunan prioritas perbaikan;
- Transparansi alokasi anggaran untuk jalan desa dan jalan kabupaten;
- Koordinasi antarinstansi terkait untuk perbaikan jangka menengah dan jangka panjang, termasuk drainase dan pengerasan permukaan jalan;
- Peningkatan komunikasi antara pemimpin daerah dan masyarakat untuk menjelaskan rencana penanganan dan jadwal pelaksanaan.
Hingga liputan ini ditulis, belum ada pernyataan resmi lengkap dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan maupun klarifikasi lebih rinci dari pihak Bupati terkait rencana perbaikan jalan yang bersangkutan. Warga berharap momen viral ini mendorong percepatan tindakan di lapangan sehingga akses dasar kembali pulih.
Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan infrastruktur yang berlangsung lama dapat menimbulkan dampak nyata bagi mobilitas dan kesejahteraan warga. Pemerintah daerah diharapkan menjadikan ini sebagai momentum untuk menuntaskan perbaikan yang selama ini tertunda.
Ria Anjani, Koresponden Daerah - Lampung