Serang — Arus investasi di Kota Serang menunjukkan percepatan signifikan pada semester pertama 2026. Berdasarkan data Pemerintah Kota Serang, realisasi penanaman modal hingga Juni mencapai Rp840 miliar, atau setara dengan 129,23 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp650 miliar.
Kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja
Peningkatan investasi tidak hanya tercermin pada nilai moneter, tetapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang mencatat realisasi investasi tersebut menyerap 1.453 tenaga kerja, yang terdiri atas 1.142 tenaga kerja lokal dan 311 tenaga kerja asing. Angka ini memperlihatkan keterkaitan langsung antara masuknya modal dan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
- Realisasi investasi semester I 2026: Rp840 miliar
- Target semula: Rp650 miliar
- Penyerapan tenaga kerja: 1.453 orang (1.142 lokal, 311 asing)
Tren peningkatan investasi
Data historis menunjukkan tren positif investasi di Kota Serang selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan catatan DPMPTSP, realisasi investasi per tahun adalah sebagai berikut:
| Tahun | Realisasi (Rp miliar) |
|---|---|
| 2022 | 313 |
| 2023 | 348 |
| 2024 | 453 |
| 2025 | 810 |
| Semester I 2026 | 840 |
Kenaikan signifikan pada 2024 dan lonjakan pada 2025 menunjukkan keberlanjutan minat investor terhadap potensi ekonomi Kota Serang. Pencapaian semester I 2026 menempatkan Serang sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Provinsi Banten pada periode yang sama.
Pemerintah daerah dan iklim usaha
Pemerintah Kota menilai pencapaian ini harus diikuti dengan upaya menjaga iklim usaha yang kondusif. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menekankan bahwa keberlanjutan investasi menuntut peran aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparatur pemerintah dan masyarakat.
"OPD selalu saya tekankan, termasuk kepada pengambil kebijakan, bahwa kita harus memberikan edukasi kepada masyarakat agar Kota Serang menjadi kota yang memiliki toleransi tinggi, terbuka, damai, dan kondusif,"
Budi juga mengaitkan arus modal yang masuk dengan kesempatan kerja. Menurutnya, peningkatan investasi seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan luas kesempatan kerja bagi warga Kota Serang. Ia menyerukan dukungan masyarakat untuk menjaga stabilitas sosial dan keamanan agar iklim investasi tetap menarik.
Staf DPMPTSP yang menangani data menegaskan bahwa capaian semester I 2026 merupakan akumulasi berbagai sektor yang menanamkan modal di daerah ini, meskipun rinciannya per sektor tidak dipublikasi dalam rilis awal. Pemerintah kota mengindikasikan akan terus mempromosikan kemudahan berusaha, perizinan yang lebih efisien, serta pembinaan sumber daya manusia agar manfaat investasi lebih terasa oleh penduduk lokal.
Para pelaku usaha lokal dan pengamat ekonomi regional menilai bahwa tantangan ke depan adalah memastikan kualitas lapangan kerja yang tercipta — termasuk upah layak, keamanan kerja, dan transfer teknologi — bukan hanya peningkatan angka penyerapan. Pemerintah daerah diharapkan mengawasi realisasi komitmen investor agar manfaat ekonomi dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat Kota Serang.
Dengan posisi sebagai pemimpin realisasi investasi di Banten untuk periode semester I 2026, Serang menghadapi tanggung jawab untuk mempertahankan momentum pertumbuhan sambil mengedepankan kesejahteraan warga dan harmonisasi sosial yang menjadi syarat utama keberlanjutan investasi.