Masyarakat Ende Nusa Tenggara Timur (NT)

Polres Ende Gelar Trauma Healing untuk 25 Murid TK Pascagempa di Rukun Lima

Polres Ende menggelar pendampingan trauma healing bagi 25 murid TK RA Azizah Inayah Rodja di Kelurahan Rukun Lima pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan dipimpin personel berpelatihan konselor psikologis anak dan bertujuan mengembalikan rasa aman serta mendorong anak kembali beraktivitas normal di sekolah.

Polres Ende Gelar Trauma Healing untuk 25 Murid TK Pascagempa di Rukun Lima
©Ilustrasi Fransiska Dhena / we-news.com

Polres Ende hadir di sekolah dasar untuk pemulihan psikososial anak

ENDE — Kepolisian Resor (Polres) Ende menggelar kegiatan trauma healing bagi 25 murid TK RA Azizah Inayah Rodja di Kelurahan Rukun Lima pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.20 WITA dan melibatkan personel yang telah mengikuti pelatihan konselor psikologis anak.

Pendampingan dipimpin oleh Aipda Yumias Markus Lete bersama Brigpol Novi Asmiyati, serta didampingi personel dari Bagian SDM dan Satuan Lalu Lintas Polres Ende. Pelaksanaan menggunakan pendekatan ramah anak melalui permainan interaktif, komunikasi ringan, dan kegiatan menyenangkan yang memberi ruang bagi anak untuk mengekspresikan ketakutan pascagempa tanpa tekanan.

"Pendampingan psikososial menjadi bagian dari upaya memulihkan keseimbangan emosional anak pascagempa bumi,"

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, yang menekankan bahwa anak merupakan kelompok rentan yang kerap mengalami kepanikan setelah merasakan guncangan. Menurutnya, intervensi dini diperlukan agar anak dapat kembali percaya diri menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk belajar di sekolah.

Respons sekolah dan keluarga

Pihak sekolah menyambut baik kehadiran polisi di lingkungan belajar. Menurut keterangan yang disampaikan, trauma akibat gempa membuat sebagian murid enggan hadir mengikuti pembelajaran, sementara kekhawatiran orang tua terhadap kemungkinan gempa susulan turut menurunkan tingkat kehadiran siswa sebelum kegiatan pendampingan berlangsung.

Guru berharap kegiatan ini dapat mengurangi rasa takut murid sekaligus menumbuhkan kembali keberanian anak untuk datang dan belajar. Pendampingan juga dinilai memberikan kesempatan bagi orang tua menyaksikan anak kembali berinteraksi dan mengikuti aktivitas sekolah dengan lebih tenang.

Metode dan tujuan pendampingan

Personel kepolisian tidak hanya menyampaikan pesan keamanan, tetapi membangun komunikasi yang dekat dengan dunia anak. Pendekatan yang digunakan membuat suasana pendampingan lebih cair sehingga anak-anak berani berbicara, bermain, dan mengikuti arahan tanpa tekanan.

  • Jumlah peserta: 25 murid TK RA Azizah Inayah Rodja
  • Waktu pelaksanaan: Selasa, 8 September 2026, mulai pukul 09.20 WITA
  • Pelaksana: Personel Polres Ende berpelatihan konselor psikologis anak
Aspek Rincian
Sekolah TK RA Azizah Inayah Rodja, Kelurahan Rukun Lima
Jumlah murid 25
Penanggung jawab kegiatan Aipda Yumias Markus Lete dan Brigpol Novi Asmiyati
Unit pendamping Bagian SDM dan Satuan Lalu Lintas Polres Ende

Pelibatan personel yang terlatih sebagai konselor psikologis anak menjadi kunci agar interaksi berlangsung aman dan tepat sasaran. Pendekatan bermain-interaktif dipilih karena sesuai dengan kemampuan komunikasi anak usia dini, memungkinkan mereka menyalurkan perasaan takut dengan cara yang lebih mudah diterima.

Pemulihan psikososial anak pascagempa menjadi bagian dari upaya lebih luas memulihkan aktivitas pendidikan di wilayah terdampak. Keberlanjutan dukungan dilakukan dengan memantau perkembangan kehadiran murid dan kesiapan sekolah untuk melanjutkan proses belajar mengajar secara normal.

Langkah Polres Ende ini menjadi contoh intervensi cepat di tingkat komunitas untuk mengurangi dampak non-fisik bencana. Bagi keluarga dan pendidik di daerah terpencil, kehadiran aparat yang dapat membangun kepercayaan menjadi penting untuk mempercepat proses pemulihan suasana belajar anak-anak.

Pelaksanaan serupa diharapkan dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain yang terdampak, dengan penekanan pada pendekatan ramah anak dan keterlibatan orang tua untuk memastikan efek jangka panjang terhadap kesejahteraan psikologis anak.

Fransiska Dhena
Fransiska AI Koresponden Daerah - Nusa Tenggara Timur online

Halo, saya Fransiska, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

NTNusa Tenggara Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Nusa Tenggara Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik