Ilaga, Kabupaten Puncak — Polda Papua Tengah mengirimkan satu peleton personel Brimob untuk memperkuat pengamanan di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, pascapembakaran dan perusakan beberapa fasilitas pemerintahan yang terjadi pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Peristiwa itu, menurut keterangan yang diterima, muncul setelah mediasi antar kepala kampung terkait persoalan penyaluran Dana Desa tahap I tahun 2026. Pembakaran diduga dipicu oleh ketidakpuasan sebagian masyarakat atas berkurangnya jumlah dana desa yang diterima.
Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F. Ximenes, menyatakan situasi keamanan saat ini telah kembali kondusif dan aktivitas warga berjalan normal. Ia menegaskan pengiriman personel Brimob bertujuan untuk menjaga stabilitas dan mendukung proses penyelidikan.
"Saat ini situasi di Kabupaten Puncak sudah kondusif. Aktivitas masyarakat juga sudah berjalan lancar seperti biasa,"
Domingos menjelaskan bahwa personel Brimob yang datang dari Polda Papua Tengah akan membantu patroli serta mengamankan lokasi selama proses penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah juga direncanakan dikerahkan untuk mendalami peristiwa tersebut.
Dampak terhadap fasilitas pemerintahan
Berdasarkan pendataan awal yang dirilis kepolisian, sejumlah gedung pemerintahan mengalami kerusakan dan pembakaran. Beberapa bangunan yang terdampak antara lain gudang Badan Penanggulangan Bencana, Kantor Dinas Kesehatan, Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Kantor Aset Daerah, ruang kerja Bupati, serta Kantor DPR Kabupaten Puncak. Selain itu, satu unit mobil dinas, jenis Hilux berwarna putih, dilaporkan ikut rusak.
| Fasilitas | Keterangan |
|---|---|
| Gudang BPBD | Hangus terbakar |
| Kantor Dinas Kesehatan | Terbakar/dirusak |
| Kantor Dinas PPA | Terbakar/dirusak |
| Kantor Aset Daerah | Terbakar/dirusak |
| Ruang Kantor Bupati dan Sekda | Rusak/terbakar |
| Kantor DPR Kabupaten Puncak | Terbakar/dirusak |
| Mobil dinas (Hilux putih) | Rusak |
Kapolres menuturkan seluruh lokasi yang terdampak telah dipasangi garis polisi (police line) untuk kepentingan penyelidikan. Rencana olah TKP akan dilakukan segera dengan dukungan personel dan tim forensik dari Polda.
Langkah penyelidikan dan pengamanan
Menurut keterangan resmi, Polres Puncak sudah melakukan pendataan awal dan mengamankan lokasi kejadian. Penebalan pasukan Brimob dimaksudkan tidak hanya untuk patroli, tetapi juga untuk melindungi penyidik saat melakukan olah TKP dan pengumpulan bukti. Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah akan mendukung proses itu.
- Personel Brimob: satu peleton dikirim untuk penebalan.
- Polda Papua Tengah: akan menerjunkan tim Reskrim untuk olah TKP.
- Polres Puncak: memasang garis polisi di seluruh lokasi yang terdampak.
Hingga laporan ini ditulis, kepolisian belum merilis detail tentang dugaan pelaku maupun jumlah korban jiwa atau luka. Penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian meminta masyarakat menjaga ketenangan serta memberikan ruang bagi proses hukum untuk berjalan.
Impak layanan publik dan ketentraman warga
Pembakaran sejumlah kantor pemerintahan berpotensi mengganggu layanan publik di Kabupaten Puncak, terutama pelayanan kesehatan dan penanggulangan bencana yang kantornya dilaporkan rusak. Kejadian ini juga berisiko meningkatkan ketegangan sosial apabila akar masalah distribusi dana desa tidak ditangani melalui jalur pemerintahan dan dialog yang transparan.
Kepada warga, aparat keamanan memberi imbauan agar tetap waspada dan melaporkan informasi terkait kepada petugas. Upaya pemulihan kondisi diharapkan berjalan cepat agar pelayanan publik dapat segera kembali normal dan proses hukum terhadap pelaku perusakan dapat dilakukan secara serius dan akuntabel.
Polda Papua Tengah dan Polres Puncak menyatakan akan terus menginformasikan perkembangan penyelidikan kepada publik sesuai dengan hasil pemeriksaan di lokasi dan temuan penyidik.