Upaya Preventif Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Nabire mengintensifkan upaya pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah dengan menyerukan peran aktif orangtua dalam mengawasi anak. Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dina Pidjer, di Nabire, Selasa (18/8/2026).
Peran keluarga sebagai benteng utama
Dina menegaskan bahwa kewajiban pengasuhan dan pemantauan terhadap anak sebagian besar berada pada keluarga karena waktu pengawasan di sekolah oleh tenaga pendidik terbatas. Menurutnya, sinergi antara keluarga dan sekolah diperlukan untuk membentuk generasi muda Nabire yang cerdas dan berkarakter serta dapat mencegah berbagai ancaman di lingkungan pergaulan anak.
"Kenapa ini penting, karena tanggung jawab utama anak merupakan tanggung jawab orang tua, dan penting bagi para orang tua untuk wajib menjaga anak-anaknya dengan baik agar mereka tetap terlindungi dari berbagai potensi ancaman di luar sana,"
Strategi komunikasi dan pengawasan
Salah satu strategi yang ditekankan adalah membangun komunikasi dua arah yang hangat dan terbuka antara orangtua dan anak. Dina menyebut pola komunikasi tersebut sebagai sarana efektif untuk mendeteksi secara dini masalah yang mungkin dialami anak, termasuk perundungan (bullying), penurunan prestasi, atau gangguan perilaku lain yang dapat berkembang menjadi situasi darurat di sekolah.
- Pengawasan di rumah: Memastikan rutinitas, jam pulang, dan lingkungan pergaulan anak.
- Komunikasi terbuka: Menanyakan kondisi sekolah, teman, dan masalah yang dihadapi anak secara rutin.
- Keterlibatan orangtua di sekolah: Hadir pada pertemuan orangtua-guru dan berkoordinasi dengan tenaga pendidik.
Dampak pada sekolah dan keluarga
Imbauan ini menjadi pengingat bagi keluarga dan sekolah bahwa pencegahan gangguan keamanan tidak hanya tugas pemerintah atau aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama masyarakat. Jika komunikasi dan pengawasan keluarga meningkat, sekolah dapat lebih fokus pada aspek pendidikan dan pembinaan karakter tanpa terbebani upaya pengamanan yang berlebihan.
| Aspek | Fokus Imbauan |
|---|---|
| Pengawasan | Orangtua memperketat pengawasan di rumah dan lingkungan |
| Komunikasi | Membangun pola komunikasi dua arah yang sehat antara orangtua dan anak |
| Sinergi | Koordinasi rutin antara orangtua, sekolah, dan dinas pendidikan |
Langkah lanjutan dan harapan
Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire mendorong seluruh orangtua untuk aktif berpartisipasi dalam upaya pencegahan tersebut melalui kegiatan sederhana namun kontinu, seperti memantau kegiatan anak sehari-hari, membatasi pergaulan yang berisiko, serta melaporkan masalah ke pihak sekolah apabila diperlukan. Pendekatan ini diharapkan memberikan perlindungan lebih baik bagi anak-anak dan menciptakan lingkungan belajar yang aman.
Imbauan tersebut juga mendorong sekolah untuk terus memberikan edukasi tentang keselamatan, anti-perundungan, serta layanan konseling bagi siswa yang mengalami kesulitan. Dengan langkah terpadu, Pemkab Nabire berharap mampu menurunkan potensi gangguan yang dapat berkembang menjadi KLB di lingkungan pendidikan.