Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan pengerjaan perbaikan ruas jalan dari Kalirejo di Kabupaten Lampung Tengah menuju Kabupaten Pringsewu diperkirakan selesai pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026. Pemeriksaan lapangan menunjukkan konstruksi yang dikerjakan semakin kuat dan pekerjaan difokuskan pada bagian jalan yang paling rusak.
Fokus perbaikan dan target waktu
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan hasil peninjauan progres perbaikan jalan tersebut dan berharap ruas bisa mulai difungsikan oleh masyarakat pada rentang waktu yang ditargetkan.
"Diharapkan pertengahan Oktober ruas jalan ini sudah bisa digunakan,"
Menurut keterangan pemerintah provinsi, perbaikan difokuskan pada segmen sepanjang sekitar 2,7 kilometer dari total panjang ruas 16,3 kilometer. Segmen ini dinilai membutuhkan penanganan lebih intensif karena menjadi jalur vital bagi mobilitas rakyat dan distribusi komoditas pertanian.
Spesifikasi teknis dan anggaran
Pekerjaan dilaksanakan menggunakan konstruksi perkerasan kaku dengan ketebalan beton sekitar 31 sentimeter. Selain perkerasan beton, proyek juga mencakup pemasangan rabat beton selebar satu meter di sisi jalan serta pembangunan box culvert dan gorong-gorong untuk mendukung sistem irigasi di lahan pertanian sepanjang jalur.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Panjang ruas | 16,3 kilometer |
| Segmen ditangani | 2,7 kilometer |
| Ketebalan beton | ~31 sentimeter |
| Nilai pekerjaan | Rp23,9 miliar |
| Rata-rata lalu lintas | ~15.000 kendaraan per hari |
Dampak bagi mobilitas dan ekonomi lokal
Ruas Kalirejo–Pringsewu merupakan jalur penting yang dilintasi sekitar 15.000 kendaraan setiap hari, termasuk truk berat pengangkut material. Kondisi jalan yang rusak tidak hanya mengganggu kelancaran perjalanan, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi hasil pertanian dari Lampung Tengah ke Pringsewu dan daerah sekitarnya.
Gubernur menggarisbawahi bahwa peningkatan kualitas jalan bertujuan selain memastikan kelancaran lalu lintas juga untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi di sepanjang koridor tersebut.
Tantangan pekerjaan
Salah satu tantangan dalam pelaksanaan perbaikan adalah tingginya volume kendaraan, terutama yang membawa muatan berat antara 25–30 ton seperti pasir dan kuarsa. Intensitas lalu lintas tersebut mempercepat kerusakan permukaan jalan sehingga penanganan harus direncanakan untuk menahan beban berulang.
- Perbaikan difokuskan pada segmen rusak sepanjang 2,7 km.
- Penerapan perkerasan kaku diharapkan meningkatkan daya tahan terhadap beban berat.
- Sarana drainase dan irigasi turut dibangun untuk mendukung pertanian lokal.
Harapan dan kelanjutan
Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan akan terus mempercepat penanganan ruas tersebut agar masyarakat segera mendapat manfaat. Selesainya perbaikan diharapkan memperlancar mobilitas warga, menurunkan biaya angkut, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Jika target penyelesaian dipenuhi pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026, akses antar kabupaten di koridor tersebut diperkirakan lebih handal menjelang musim panen berikutnya, sehingga membantu stabilitas distribusi hasil pertanian.
Sementara itu, otoritas terkait diperkirakan akan terus memantau kualitas pelaksanaan konstruksi serta efektivitas perawatan setelah pekerjaan selesai untuk memastikan investasi infrastruktur memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Lampung.