DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menetapkan target ambisius: memiliki Gubernur Jawa Timur pada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah yang beririsan dengan Pemilu 2029. Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, saat memberikan laporan dalam konsolidasi internal partai yang digelar di Surabaya, Minggu.
Konsolidasi menyisir struktur sampai tingkat paling bawah
Menurut Said Abdullah, upaya perolehan kursi eksekutif di provinsi memerlukan kerja keras organisasi yang berkelanjutan. Konsolidasi yang tengah berlangsung bukan semata persiapan untuk pemilihan legislatif, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menang di berbagai tingkatan pemerintahan di Jawa Timur.
Dalam paparannya, Said menekankan pemetaan dan penguatan jaringan politik hingga ke tingkat bawah. Pemetaan tersebut meliputi penghitungan kekuatan di setiap daerah pemilihan, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, bahkan sampai ke lokasi pemungutan suara.
"Kami akan bedah semua di setiap provinsi, setiap dapil, setiap kabupaten, setiap kecamatan, setiap kelurahan, sampai di TPS-TPS,"
Pernyataan itu menegaskan bahwa PDIP Jawa Timur menempatkan basis massa sebagai fokus utama strategi. Langkah ini sekaligus bentuk tanggapan partai terhadap evaluasi internal pascapemilu sebelumnya.
Latar belakang: evaluasi pasca-Pemilu 2024
Keputusan memperkuat konsolidasi dan menargetkan kursi gubernur muncul setelah PDIP di Jawa Timur mengalami penurunan jumlah kursi pada Pemilu 2024. Meski DPP belum mengumumkan langkah lanjutan, pimpinan daerah menyatakan komitmen kolektif untuk memperbaiki posisi politik partai di provinsi yang selama ini menjadi arena persaingan ketat antarkekuatan politik.
Langkah PDIP Jatim ini terkait pula dengan kehadiran pimpinan pusat dalam acara konsolidasi. Kehadiran unsur nasional dipandang sebagai penguat legitimasi arahan strategis dan pengingat nilai-nilai ideologis partai.
Implikasi politik lokal
Target merebut kursi gubernur pada 2029 akan mengubah dinamika pemetaan calon, koalisi, dan alokasi sumber daya politik di Jawa Timur. Beberapa implikasi yang dapat dipertimbangkan:
- Perubahan fokus kader dan pengurus daerah dari sekadar persiapan legislatif ke strategi eksekutif.
- Peningkatan aktivitas politik di tingkat kabupaten/kota dan kecamatan untuk membangun dukungan pemilih.
- Potensi negosiasi koalisi awal antara PDIP dengan partai politik lain untuk memperkuat basis perolehan suara.
Target ini juga diperkirakan memengaruhi calon yang akan diusung maupun figur-figur potensial yang akan diposisikan sebagai tokoh penguat suara partai. Namun, hingga kini belum ada nama calon yang diumumkan secara resmi oleh DPD maupun DPP.
Agenda konsolidasi dan kerja kader
Said Abdullah menyatakan bahwa konsolidasi internal akan terus berlangsung sebagai bagian dari persiapan menuju 2029. Penguatan struktur partai dilakukan melalui evaluasi daerah, pembenahan organisasi, hingga program-program yang menyentuh akar rumput.
Secara organisatoris, langkah-langkah yang ditempuh meliputi:
- Pemetaan kekuatan daerah pemilihan (dapil) secara rinci.
- Peningkatan koordinasi antar-DPC dan badan fraksi di legislatif.
- Penyusunan program komunikasi politik yang menyasar pemilih di tingkat kelurahan dan TPS.
Catatan akhir
Target memiliki gubernur pada 2029 merupakan pernyataan politis yang menandai ambisi PDIP Jawa Timur untuk memperkuat posisi mereka di panggung pemerintahan provinsi. Keberhasilan mencapai target tersebut bergantung pada konsistensi implementasi strategi, kemampuan menjaring dukungan lokal, serta dinamika koalisi menjelang masa kampanye.
| Peristiwa | Keterangan |
|---|---|
| Konsolidasi internal | Digelar di Surabaya, dipimpin oleh DPD Jatim |
| Pernyataan target | Target kursi Gubernur Jawa Timur pada 2029 |
| Evaluasi | Respons atas penurunan kursi pada Pemilu 2024 |
Pergerakan politik selanjutnya patut diikuti. Kader, pengurus, dan pemilih di tingkat lokal akan menjadi penentu utama apakah target tersebut dapat diwujudkan dalam realitas politik Jawa Timur.