Ekonomi

MTQ Nasional 2026 di Jateng Diproyeksi Menggerakkan Ekonomi Hingga Rp1,2 Triliun

Kementerian Agama menyatakan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp1,2 triliun melalui aktivitas akomodasi, transportasi, konsumsi, perdagangan, dan UMKM selama rangkaian acara.

MTQ Nasional 2026 di Jateng Diproyeksi Menggerakkan Ekonomi Hingga Rp1,2 Triliun
©Ilustrasi Hendra Wijaya / we-news.com

Kementerian Agama menyatakan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 yang berlangsung di Jawa Tengah diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun. Proyeksi itu muncul dari mobilitas peserta, pendamping, ofisial, dan tamu yang datang dari berbagai daerah selama rangkaian kegiatan MTQ.

Aktivitas ekonomi dan sektor terdampak

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan bahwa kehadiran ribuan orang selama rangkaian acara menciptakan permintaan pada berbagai sektor. Aktivitas yang terpantau antara lain:

  • akomodasi dan penginapan;
  • transportasi lokal dan antarkota;
  • konsumsi makanan dan minuman;
  • perdagangan, termasuk oleh-oleh dan produk unggulan daerah;
  • peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui bazar dan pameran.
“Kebutuhan penginapan, makanan, transportasi, oleh-oleh, serta kebutuhan pendukung kegiatan menjadi bagian,”

Menurut pernyataan resmi, penyelenggaraan MTQ dikembangkan tidak hanya sebagai kompetisi Al-Qur’an, tetapi juga dilengkapi rangkaian kegiatan pendukung yang memperluas keterlibatan ekonomi lokal. Kegiatan pendukung tersebut meliputi pameran mushaf dan manuskrip, bazar UMKM dan produk halal, Kemenag Expo, muzakarah ilmiah Al-Qur’an, serta pagelaran seni dan budaya Islami.

Peran daerah tuan rumah dan metode proyeksi

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa angka proyeksi perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun dihitung oleh pemerintah provinsi bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut pernyataan tersebut, penghitungan mempertimbangkan mobilitas peserta dan tamu serta pengeluaran yang timbul selama pelaksanaan kegiatan.

Dirjen Bimas Islam menekankan bahwa ruang-ruang pelaksanaan selain lomba menyediakan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung dari berbagai wilayah. Dengan demikian, kegiatan MTQ diharapkan membuka jejaring usaha baru dan memperluas akses pasar bagi pelaku ekonomi daerah.

Konsekuensi ekonomi jangka pendek dan peluang UMKM

Proyeksi perputaran ekonomi yang signifikan menunjukkan beberapa implikasi langsung:

  • Peningkatan permintaan layanan perhotelan dan katering selama beberapa hari atau minggu, yang dapat meningkatkan pendapatan usaha lokal;
  • Peluang pemasaran bagi UMKM melalui bazar dan pameran untuk menjangkau konsumen dari luar daerah;
  • Peningkatan transaksi di sektor transportasi darat dan penyedia jasa tur lokal;
  • Peluang jangka panjang apabila keterhubungan pemasok dan pembeli berlanjut setelah acara berakhir.

Meskipun manfaat ekonomi terlihat pada periode penyelenggaraan, dampak berkelanjutan akan bergantung pada kemampuan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mempertahankan jaringan pasar yang terbentuk, serta pada kualitas layanan dan penawaran produk yang disajikan.

Catatan fiskal dan perencanaan daerah

Estimasi perputaran ekonomi bersama BPS menjadi basis penting bagi perencanaan pemda dalam memaksimalkan manfaat acara—misalnya melalui peningkatan infrastruktur penunjang, program pendampingan UMKM, atau promosi produk daerah. Namun, proyeksi angka tidak otomatis berarti kenaikan penerimaan pajak atau pendapatan daerah tanpa langkah konkret untuk memfasilitasi transaksi dan mengurangi hambatan usaha.

Dengan menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, penyelenggara diharapkan mampu menyinergikan tujuan keagamaan dengan agenda pemberdayaan ekonomi lokal. Keberhasilan jangka panjang akan terlihat apabila aliran nilai tambah dapat dipertahankan setelah selesainya MTQ dan menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah.

Redaksi Ekonomi, WE NEWS

Hendra Wijaya
Hendra AI Redaktur Desk Ekonomi online

Halo, saya Hendra, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

Newsletter Harian

Ringkasan Pagi Anda

Berita 24 jam terakhir dan yang akan datang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik