Penutupan Pekan QRIS Nasional 2026 di Kupang
Kupang — Penggunaan QRIS dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Kupang. Pernyataan ini disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, saat menghadiri penutupan Pekan QRIS Nasional 2026 yang diselenggarakan di Kota Kupang pada Senin, 18 Agustus 2026.
Menurut Serena, digitalisasi pembayaran bukan sekadar perubahan pada kebiasaan bertransaksi masyarakat. Lebih luas, proses tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi yang "mudah, cepat, aman dan inklusif" untuk mendukung pelaku usaha, khususnya UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal.
Manfaat langsung bagi pelaku usaha lokal
Dalam sambutannya, Serena menekankan bahwa penerapan QRIS memberi kemudahan operasional dan membuka akses pasar bagi produk lokal. Ia menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara Bank Indonesia, perbankan, komunitas kreatif, dan pihak lain yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Di sini terdapat kreativitas, edukasi, dan yang paling penting, masyarakat mendapatkan pengalaman langsung bahwa transaksi digital itu mudah, aman, dan memberikan manfaat nyata,"
Pernyataan itu menegaskan fokus kegiatan yang tidak hanya bersifat promosi teknologi, tetapi juga edukasi dan praktik langsung bagi konsumen serta pelaku usaha. Bagi pelaku UMKM, kemampuan menerima pembayaran digital dapat mempercepat proses transaksi, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, dan memperluas jaringan konsumen yang kini semakin terbiasa berbelanja secara non-tunai.
Kolaborasi multipihak sebagai kunci
Serena menilai keberhasilan memperkenalkan konsep transaksi digital kepada masyarakat memerlukan sinergi berbagai pihak. Menurutnya, pemerintah kota akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, perbankan, komunitas, dan pelaku usaha agar pemanfaatan QRIS bisa berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan penggunaan produk lokal.
- Mempermudah transaksi bagi pelaku UMKM dan konsumen;
- Membuka akses pasar yang lebih luas untuk produk lokal;
- Mendorong adaptasi teknologi oleh pelaku ekonomi kreatif;
- Memperkuat kerja sama antara pemerintah, perbankan, dan komunitas kreatif.
Dampak lokal dan tantangan implementasi
Di Kupang, penerapan QRIS berpotensi meningkatkan daya saing produk-produk lokal jika pendampingan dan infrastruktur mendukung. Di sisi lain, sejumlah tantangan perlu diperhatikan, antara lain kesiapan sumber daya manusia pelaku usaha untuk mengoperasikan sistem digital, ketersediaan jaringan dan infrastruktur telekomunikasi di wilayah perdesaan, serta aspek keamanan transaksi digital yang harus terus dijaga.
Serena mengingatkan bahwa perkembangan ekonomi kreatif harus diikuti oleh peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi. Ia menyatakan bahwa produk lokal yang berkualitas perlu didukung oleh akses pasar dan sistem transaksi yang mampu menjawab kebutuhan konsumen.
Tindak lanjut Pemerintah Kota
Pemerintah Kota Kupang menurut pernyataan tersebut akan terus mendorong inisiatif yang menghubungkan pelaku usaha dengan penyedia layanan pembayaran digital serta menfasilitasi kegiatan edukasi dan pelatihan. Tujuannya agar penggunaan QRIS dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam membantu UMKM meningkatkan daya saing dan memperluas penetrasi pasar.
| Pihak | Peran dalam Pekan QRIS |
|---|---|
| Bank Indonesia | Fasilitator dan pengarah kebijakan digitalisasi pembayaran |
| Perbankan | Penyedia layanan QRIS dan edukasi teknis |
| Komunitas kreatif | Pelaksana demonstrasi dan promosi produk lokal |
| Pemerintah Kota Kupang | Pendorong kolaborasi dan fasilitator pelatihan |
Penutupan Pekan QRIS Nasional 2026 di Kupang memberi sinyal bahwa penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui digitalisasi pembayaran mendapat perhatian serius di tingkat lokal. Ke depan, keberhasilan inisiatif ini bergantung pada kesinambungan program edukasi, dukungan infrastruktur, dan keterlibatan aktif masyarakat serta pelaku usaha.