Status armada dan kebutuhan mendesak
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bima saat ini mengoperasikan empat mobil pemadam yang menurut Kepala Dinas Damkar Kota Bima, Abdul Rafik, ST., belum memadai untuk menjamin pelayanan pemadaman dan penyelamatan yang cepat dan merata. Kondisi makin menantang karena sebagian kendaraan sudah berusia tua.
Abdul Rafik menyatakan kebutuhan tambahan armada menjadi hal mendesak. Menurutnya, idealnya Kota Bima membutuhkan dua hingga tiga mobil pemadam tambahan agar ada kemampuan untuk saling membackup saat terjadi lebih dari satu kebakaran dalam rentang waktu berdekatan.
"Masih sangat kurang. Masih kurang, apalagi dengan posisi kendaraan-kendaraan yang sudah lama,"
Dampak terhadap respons dan keselamatan
Pihak Damkar menerapkan target waktu respons maksimal 15 menit untuk wilayah yang masuk dalam Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK). Namun, pencapaian target ini sulit bagi daerah di luar WMK, terutama lokasi yang berjarak jauh dan memiliki akses menanjak. Kondisi armada yang terbatas menyebabkan:
- Ketidakmampuan menempatkan seluruh kendaraan ke satu lokasi tanpa meninggalkan cadangan untuk laporan lain.
- Kesulitan menjangkau lokasi-lokasi terpencil atau menanjak sehingga waktu penanganan membengkak.
- Kebutuhan peralatan penyelamatan yang memadai untuk melindungi personel saat operasi.
"Idealnya kalau idealnya untuk mobil, karena ini mobil tua, kami perlu sekitar dua atau tiga lagi. Untuk saling mem-backup," ujar Abdul Rafik pada Selasa, 25 Agustus, sebagaimana dilaporkan.
Peralatan dan keselamatan aparatur
Selain penambahan armada, Damkar juga menggarisbawahi kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana penyelamatan. Peralatan tersebut penting tidak hanya untuk efektivitas pemadaman, melainkan juga untuk menjamin keselamatan petugas selama menjalankan operasi. Abdul Rafik menegaskan bahwa perlindungan terhadap aparatur harus menjadi bagian integral dari upaya penyelamatan.
Walaupun menghadapi keterbatasan sarana, Damkar Kota Bima memastikan personel tetap siaga 24 jam untuk merespons laporan masyarakat. Namun keterbatasan armada dan peralatan berpotensi memperlambat upaya penyelamatan pada kejadian besar atau bersamaan.
Data armada saat ini dan kebutuhan ideal
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Mobil pemadam saat ini | 4 unit |
| Kebutuhan tambahan ideal | 2–3 unit |
| Target waktu respons (WMK) | 15 menit |
Konsekuensi bagi warga dan langkah yang dapat ditempuh
Kelangkaan armada Damkar memiliki implikasi langsung bagi masyarakat. Pada saat kebakaran terjadi di beberapa lokasi bersamaan, kemungkinan waktu penanganan yang tertunda meningkat. Wilayah dengan akses sulit atau menanjak berisiko tinggi mengalami keterlambatan bantuan.
Beberapa langkah yang dapat mengurangi risiko sementara menunggu peningkatan kapasitas Damkar antara lain:
- Peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan warga, termasuk penyiapan alat pemadam sederhana di lingkungan permukiman.
- Koordinasi lebih intensif antara warga, kelurahan, dan petugas Damkar untuk memetakan titik-titik rawan dan akses terdekat.
- Penguatan program edukasi kebakaran agar pencegahan menjadi langkah utama.
Pihak Damkar menyatakan akan terus menghitung ketersediaan armada agar beberapa kejadian di wilayah berbeda tetap dapat ditangani. Sementara itu, pemda dan instansi terkait diharapkan meninjau alokasi anggaran dan prioritas pengadaan agar kapasitas penanggulangan kebakaran Kota Bima dapat ditingkatkan secepatnya.
Pelaporan ini berdasarkan pernyataan resmi Kepala Dinas Damkar Kota Bima dan keterangan yang dipublikasikan pada 25 Agustus. WE NEWS akan mengikuti perkembangan pengadaan armada dan upaya peningkatan sarana penyelamatan serta memberikan pembaruan kepada pembaca di Bima.