GURABUNGA, Tidore Kepulauan — Kemarau panjang yang berlangsung dua bulan terakhir mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat di kawasan pegunungan Kelurahan Gurabunga, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Kondisi tersebut membuat warga mengandalkan mata air Ake Goa sebagai sumber utama untuk kebutuhan minum, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lain.
Ketergantungan pada sumber lokal
Salah seorang warga setempat, yang menyebut dirinya Gogo, menjelaskan bahwa pemilihan mata air Ake Goa sebagai tumpuan sehari-hari dipengaruhi oleh jarak dan biaya. Warga menilai mengambil air dari kawasan perkotaan memerlukan biaya transportasi tambahan sehingga akses mata air lokal menjadi lebih praktis.
"Torang (kami) memilih di sini karena salah satunya kalau akses ke kota butuh biaya lagi. Kebetulan di sini ada mata air dan jangkauannya lebih dekat dibanding kita ke kota,"
Gogo juga mengungkapkan bahwa debit air di Ake Goa saat ini masih tergolong mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun ia mengingatkan pengalaman kemarau panjang beberapa tahun lalu yang berlangsung lebih lama dan menyebabkan penyusutan debit air secara signifikan.
Pengalaman kemarau sebelumnya
Menurut keterangan warga, kemarau beberapa tahun lalu berlangsung selama sekitar sembilan bulan dan menyebabkan debit air di kawasan Ake Goa menyusut cukup drastis. Kenangan terhadap kekeringan panjang itu mendorong kewaspadaan warga dan kesiapsiagaan pemerintah daerah saat musim kemarau mulai terlihat kembali.
Peran pemerintah daerah
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyediakan dukungan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki. Bantuan tersebut disalurkan secara rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga selama musim kemarau.
Ketika akses air alamiah mulai menipis, intervensi distribusi air oleh BPBD menjadi opsi penting untuk mencegah gangguan layanan dasar bagi warga. Keberlanjutan bantuan ini menjadi perhatian bagi masyarakat, terutama jika pola kemarau berkepanjangan kembali terjadi.
Dampak langsung bagi warga
- Warga harus berjalan kaki membawa jerigen untuk mengambil air dari mata air Ake Goa.
- Biaya tambahan dihindari dengan memilih sumber air terdekat, mengurangi ketergantungan pada pengiriman dari kota.
- Kekhawatiran terhadap kemarau berkepanjangan muncul karena pengalaman kemarau sembilan bulan sebelumnya.
Tindakan dan antisipasi yang dapat dilakukan
Meski saat ini debit Ake Goa masih mencukupi, pengalaman sebelumnya menunjukkan perlunya langkah antisipatif yang berkelanjutan. Upaya yang relevan mencakup penguatan sistem distribusi darurat, konservasi sumber mata air lokal, dan sosialisasi penggunaan air secara hemat. Berikut beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan oleh pemangku kepentingan dan masyarakat:
- Pemerataan jadwal distribusi air bersih oleh BPBD untuk menjangkau wilayah yang paling terdampak.
- Pembinaan masyarakat mengenai pengelolaan dan pelestarian mata air.
- Pemetaan titik-titik sumber air alternatif yang dapat dioptimalkan saat debit menurun.
| Aspek | Status saat ini |
|---|---|
| Sumber utama | Mata air Ake Goa (lokal) |
| Durasi kemarau | Sudah berlangsung dua bulan |
| Intervensi pemerintah | Distribusi air bersih oleh BPBD menggunakan mobil tangki |
| Pengalaman sebelumnya | Kemarau sekitar sembilan bulan menyebabkan penurunan debit air |
Suara warga dan harapan
Warga Gurabunga tampak bergotong-royong memanfaatkan sumber yang ada, namun tetap berharap adanya langkah-langkah jangka panjang yang dapat menjamin ketahanan air di wilayah pegunungan tersebut. Ketersediaan air bersih menjadi isu vital mengingat peranannya dalam kesehatan, kebersihan, dan kegiatan ekonomi rumah tangga.
Sampai saat ini, informasi resmi lebih lanjut mengenai rencana jangka panjang penanganan ketahanan air di Gurabunga belum tersaji secara rinci di publik. Namun keterlibatan BPBD menunjukkan adanya perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan mendesak warga.
Pengelolaan air dan kesiapsiagaan terhadap musim kering selanjutnya akan menentukan apakah pengalaman kemarau panjang di masa lalu dapat dihindari. Warga setempat berharap upaya kolektif antara masyarakat dan pemerintah dapat memperkuat ketahanan air di Gurabunga.