Penyelidikan Berlangsung Secara Bertahap
Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke masih melanjutkan pemeriksaan atas dugaan tindak pidana korupsi yang terkait dengan program revitalisasi dan pengembangan Universitas Musamus (Unmus) tahun anggaran 2024. Proses penyelidikan difokuskan pada 29 proyek yang termasuk paket pekerjaan dalam rangka program tersebut.
Pemeriksaan Saksi dan Dokumen
Kepala Kejari Merauke, Paris Manalu, menyatakan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait serta saksi dilakukan secara bertahap. Keterbatasan jumlah penyidik mengharuskan proses pemeriksaan berlangsung satu per satu.
"Sekarang ini kami lagi memeriksa semua saksi. Karena tenaga terbatas, jadi tiap hari memeriksa,"
Menurut Paris, tim penyidik menelaah setiap proyek secara menyeluruh untuk memastikan rangkaian pelaksanaan dapat dibuktikan secara hukum sebelum menentukan pihak yang bertanggung jawab.
Langkah Buktik dan Penggeledahan
Penyidik telah melakukan penggeledahan pada 9 Juni 2026 di beberapa ruangan di lingkungan Unmus. Dokumen yang diamankan berkaitan dengan pencairan anggaran, kontrak, dan laporan pertanggungjawaban. Ruangan yang digeledah antara lain:
- Rektorat
- Bagian keuangan
- Bendahara
- Sejumlah laboratorium
Paris menegaskan bahwa setiap proyek perlu dilengkapi dengan alat bukti yang cukup dalam rangka penetapan tersangka maupun pelimpahan berkas perkara.
Proses Hukum yang Komprehensif
Prosedur penyelidikan meliputi penelusuran dokumen, pemeriksaan pihak-pihak yang terlibat, serta verifikasi rangkaian pelaksanaan setiap paket pekerjaan. Paris menyatakan pentingnya kehati-hatian agar tidak ada pihak yang lolos dari tanggung jawab hukum bila ditemukan bukti cukup.
"Penyelidikan itu harus komprehensif, cermat, jelas, lengkap. Supaya jangan ada orang bisa lari dari tanggung jawab,"
Paris juga menandaskan belum dapat memastikan kapan penetapan tersangka akan dilakukan karena masing-masing proyek harus dituntaskan pemeriksaannya berdasarkan alat bukti yang diperoleh penyidik.
Monitoring Berkelanjutan dan Dampak Lokal
Pemeriksaan atas 29 proyek itu melibatkan pula pihak kontraktor, termasuk kontraktor dari luar wilayah Papua Selatan. Kejelasan peran kontraktor dan pejabat terkait menjadi bagian penting dari proses pembuktian. Hingga kini, penyidik telah memeriksa puluhan saksi dan terus menambah pemeriksaan untuk mengungkap dugaan penyimpangan.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Jumlah proyek yang diperiksa | 29 proyek |
| Tanggal penggeledahan | 9 Juni 2026 |
| Lokasi penggeledahan | Rektorat, bagian keuangan, bendahara, laboratorium |
Kejari menyatakan apabila satu perkara dinyatakan lengkap, berkas akan segera dilimpahkan ke tahap penuntutan. Paris menyebut, "Kalau satu perkara ini sudah selesai, saya bungkus itu langsung saya limpah. Ini 29 proyek." Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen penyidik untuk menyelesaikan berkas per proyek sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Penyelidikan ini menjadi perhatian publik di Merauke karena menyangkut pengelolaan dana publik untuk institusi pendidikan tinggi. Proses hukum yang berjalan diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan kejelasan akuntabilitas bagi semua pihak yang terlibat, sembari menghormati asas praduga tak bersalah bagi mereka yang masih berstatus saksi atau terperiksa.