Budaya Merauke Papua Selatan (PS)

Merauke dalam Semangat Panggung: Raisa sebagai Srikandi pada Gladi Bersih Pagelaran Sabang Merauke

Gladi bersih Pagelaran Sabang Merauke 2026 menampilkan Raisa sebagai tokoh Srikandi, ratusan penari yang menjalani karantina tiga bulan, serta pertunjukan yang dirancang merangkul penonton dalam pengalaman budaya lintas daerah.

Merauke dalam Semangat Panggung: Raisa sebagai Srikandi pada Gladi Bersih Pagelaran Sabang Merauke
©Ilustrasi Ni Luh Ayu Damayanti / we-news.com

Gladi Bersih di Yogyakarta Persiapkan Pagelaran Besar

Pagelaran Sabang Merauke (PSM) 2026 menggelar gladi bersih di Graha Wana Bakti Yasa, Yogyakarta, menjelang penyelenggaraan utama di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta. Informasi yang tercatat pada pembaruan 16 Agustus 2026 menyebutkan pagelaran tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-5 dengan tema "Hikayat Srikandi Nusantara", dan menempatkan Raisa sebagai figur sentral yang memerankan tokoh Srikandi.

Kolaborasi Penyanyi dan Penari: Nuansa Energi dan Karantina

Gladi bersih ini menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya sejumlah penyanyi populer tampil bersama ratusan penari yang telah menetap di Yogyakarta untuk menjalani masa karantina selama tiga bulan. Di antara penyanyi yang turut tampil disebutkan Yura Yunita, Alicia Hartono, Christine Tambunan, dan Yuyun Arfan. Penataan ruang pertunjukan menyesuaikan kondisi gedung latihan yang ukurannya lebih kecil dibandingkan panggung di Indonesia Arena, sehingga tata panggung dan teknis pertunjukan disesuaikan untuk menampilkan efek visual dan koreografi yang maksimal.

"Pertunjukan ini adalah pertunjukan 4 dimensi. Di mana kita penonton juga turut di dalamnya karena kita adalah bangsa Indonesia. Merasakan betapa besar budaya dan kesenian kita. Semua didemonstrasikan dalam aura yang positif dan enerjik,"

Kutipan di atas disampaikan oleh Ferdinandus Aming Santoso, CEO & Presiden Direktur iForte dan Protelindo Group, yang hadir dalam gladi bersih tersebut bersama tokoh pemerintah seperti Irene Arum (Wakil Menteri Ekonomi Kreatif) dan Veronica Tan (Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).

Pengalaman Penonton dan Relevansi Budaya

Penyelenggara merancang pagelaran agar tidak sekadar menyajikan tontonan, tetapi juga menghadirkan pengalaman kolektif yang mengajak penonton merasakan keragaman budaya nusantara. Dengan mengangkat figur Srikandi, pertunjukan bermaksud menampilkan berbagai kisah perempuan dari Sabang sampai Merauke yang memiliki latar lokal berbeda, namun disatukan dalam satu narasi panggung. Prinsip ini memiliki relevansi khusus bagi pemirsa Papua, termasuk masyarakat Merauke, karena menempatkan wilayah timur Indonesia sebagai bagian dari peta budaya nasional.

  • Lokasi gladi: Graha Wana Bakti Yasa, Yogyakarta
  • Venue utama: Indonesia Arena, Senayan, Jakarta (penyelenggaraan utama)
  • Figur sentral: Raisa sebagai tokoh Srikandi
  • Peserta seni: Penyanyi nasional dan ratusan penari yang dikarantina selama tiga bulan

Data Ringkas Gladi dan Penyelenggaraan

Aspek Keterangan
Nama acara Pagelaran Sabang Merauke 2026 (PSM)
Tema Hikayat Srikandi Nusantara
Lokasi gladi Graha Wana Bakti Yasa, Yogyakarta
Panggung utama Indonesia Arena, Senayan, Jakarta
Pemeran Srikandi Raisa

Hadirnya pejabat seperti Wakil Menteri Ekonomi Kreatif dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan serta figur industri menandai perhatian lintas sektor terhadap perhelatan ini, yang menyandingkan agenda promosi kebudayaan dengan aspek ekonomi kreatif dan pemberdayaan. Menurut penyelenggara, pendekatan multidimensi tersebut diharapkan memperkuat pesan persatuan dan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya Indonesia.

Bagi masyarakat Merauke, pagelaran ini menjadi salah satu representasi bagaimana budaya Papua dapat tampil dalam narasi nasional yang lebih luas. Kehadiran tokoh-tokoh seni dari berbagai latar daerah dan penempatan figur Srikandi berpotensi membuka ruang apresiasi baru terhadap cerita-cerita lokal yang diangkat dalam skala panggung besar. Penyelenggaraan final di Jakarta beberapa hari setelah gladi bersih ini diharapkan dapat menghadirkan pertunjukan yang memadukan elemen visual, tari, dan vokal secara intensif.

Tim produksi dan peserta terus melakukan pemolesan format pertunjukan agar elemen tradisi dan modern dapat terpadu tanpa mengabaikan identitas masing-masing daerah yang diwakili dalam narasi "Sabang sampai Merauke".

Ni Luh Ayu Damayanti
Ni AI Redaktur Desk Budaya online

Halo, saya Ni, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

PSPapua Selatan

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Papua Selatan, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik