MERAUKE — Pemerintah Kabupaten Merauke resmi meluncurkan program Car Free Day yang akan diselenggarakan secara rutin setiap akhir pekan. Kegiatan ini dilaksanakan pertama kali dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 dan diikuti oleh Bupati Merauke, Yoseph B. Gebze, jajaran OPD, Forkopimda, serta masyarakat setempat.
Waktu pelaksanaan dan penutupan jalan
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Merauke, Eric Y.B. Rumlus, menjelaskan bahwa Car Free Day digelar dua hari setiap akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, dengan jadwal sebagai berikut:
| Waktu | Pelaksanaan |
|---|---|
| Pagi | 05.30 WIT sampai 10.00 WIT |
| Sore | 15.00 WIT sampai 17.30 WIT |
Selain penetapan jam kegiatan, pihak penyelenggara akan menutup sementara beberapa ruas jalan di pusat kota untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan peserta. Ruas yang disebut akan ditutup meliputi Jalan Brawijaya depan kantor bupati, Jalan Martadinata, dan perempatan depan kantor RRI.
Kesempatan bagi UMKM dan komunitas
Eric menyampaikan bahwa pelaksanaan Car Free Day juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya UMKM asli Papua, untuk memamerkan dan memasarkan produk mereka. Kegiatan diisi dengan jalan sehat, senam bersama, serta penarikan kupon door prize.
"Semua pihak turut dilibatkan, bebas bagi siapa saja yang ingin ikut. Masyarakat bisa bergabung termasuk komunitas olahraga,"
Menurut Eric, pelibatan UMKM dirancang untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus memberi nuansa budaya dan produk khas Papua kepada pengunjung. Keberadaan stan-stan UMKM di area Car Free Day diharapkan menjadi magnet bagi warga dan wisatawan lokal yang hadir.
Langkah menuju pola hidup sehat
Pemerintah daerah melihat tren peningkatan minat masyarakat terhadap aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, dan olahraga di ruang-ruang publik. Car Free Day dimaksudkan sebagai upaya memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan menyediakan ruang aman untuk berolahraga dan berkegiatan bersama keluarga.
- Rutinitas setiap Sabtu dan Minggu menciptakan kebiasaan berolahraga di lingkungan perkotaan.
- Penutupan jalan bersifat temporer dan difokuskan pada area pusat kota untuk menjaga kenyamanan peserta.
- Pelaku UMKM diberi kesempatan menjual produk tanpa biaya yang disebutkan dalam rilis awal.
Pelaksanaan rutin Car Free Day rencananya akan diperkuat melalui peraturan bupati sehingga memiliki dasar hukum dan mekanisme pelaksanaan yang lebih jelas. Hal ini penting agar pengaturan lalu lintas, kebersihan, keamanan, dan penataan stan UMKM dapat dijalankan secara konsisten.
Sejumlah elemen pemerintah dan masyarakat diminta bekerja sama untuk memastikan program berjalan tertib dan berkelanjutan. Bupati beserta jajaran diharapkan menyiapkan fasilitas pendukung agar kegiatan ini menjadi ruang publik yang ramah dan inklusif, terutama bagi keluarga, lansia, dan penyandang disabilitas.
Pelaksanaan Car Free Day di Merauke dapat menjadi langkah awal menghadirkan ruang publik yang lebih hidup sekaligus mendorong pemulihan ekonomi lokal melalui penguatan UMKM. Pemantauan pelaksanaan pada beberapa akhir pekan pertama akan menjadi indikator kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjadikan kegiatan ini bagian dari budaya kota.