Merauke — Gubernur Provinsi Papua Selatan, Apolo Safanpo, secara resmi mengukuhkan 52 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Papua Selatan pada Sabtu sore, 15 Agustus 2026, di Gedung Negara Jalan Trikora, Kabupaten Merauke.
Komposisi dan proses seleksi
Ke-52 anggota Paskibraka terdiri atas 27 putra dan 25 putri, seluruhnya pelajar dari jenjang SMA/SMK yang berasal dari empat kabupaten di provinsi ini: Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel. Mereka terpilih melalui rangkaian seleksi yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua Selatan pada Mei 2026, dilanjutkan dengan pemusatan pendidikan, latihan, pembimbingan, dan pendampingan beberapa pekan di Merauke.
Menurut Gubernur, tidak semua peserta yang mengikuti seleksi kemudian ditetapkan sebagai anggota Paskibraka. Penetapan akhir didasarkan pada penilaian para instruktur dan pelatih selama proses pembinaan.
"Hanya calon-calon yang terseleksi dan terpilih yang hari ini kita tetapkan menjadi anggota Paskibraka resmi yang diberi tugas untuk melaksanakan pengibaran bendera pada hari Senin nanti, tanggal 17 Agustus 2026,"
Tugas negara dan harapan gubernur
Gubernur Apolo menegaskan pentingnya tugas pengibaran Bendera Merah Putih sebagai bagian dari upacara kenegaraan yang menjadi perhatian publik. Ia mengingatkan bahwa prosesi tersebut menuntut konsentrasi, kedisiplinan, kekompakan, dan ketepatan gerakan dari seluruh anggota tim.
"Tugas ini harus dilaksanakan secara serius karena prosesi pengibaran bendera akan menjadi perhatian masyarakat yang hadir dalam upacara," ujar Gubernur, seraya berharap pelaksanaan upacara pada 17 Agustus di Stadion Katalpal Merauke berlangsung aman, tertib, dan sukses.
Peran Provinsi di panggung nasional
Selain mengukuhkan anggota Paskibraka provinsi, Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Selatan juga mengirimkan dua pelajar untuk mengikuti pengibaran bendera di Istana Negara pada peringatan HUT ke-81 RI. Menurutnya, pengiriman dua perwakilan ke Istana merupakan tradisi provinsi yang berlangsung setiap tahun.
Dampak bagi pelajar dan komunitas lokal
Bagi pelajar yang ditetapkan menjadi anggota Paskibraka, pengukuhan ini bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas kemampuan fisik, disiplin, dan kesiapan mental yang telah ditunjukkan selama masa pembinaan. Penugasan pada upacara provinsi memberi kesempatan bagi mereka tampil di hadapan ribuan warga serta pejabat lokal.
Bagi keluarga dan sekolah asal, keberangkatan dan tugas anggota Paskibraka juga menjadi sumber kebanggaan dan inspirasi bagi siswa lain. Keterlibatan pelajar dari empat kabupaten menunjukkan upaya provinsi untuk merangkul wilayah yang luas dan beragam dalam momentum kebangsaan.
- Jumlah anggota: 52 (27 putra, 25 putri)
- Asal kabupaten: Merauke, Asmat, Mappi, Boven Digoel
- Tugas utama: Pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026 di Stadion Katalpal
- Perwakilan Istana: Dua pelajar dikirim ke upacara di Istana Negara
Data ringkas
| Jumlah | Putra | Putri | Asal kabupaten |
|---|---|---|---|
| 52 | 27 | 25 | Merauke, Asmat, Mappi, Boven Digoel |
Persiapan akhir menjelang 17 Agustus
Setelah pengukuhan, para anggota Paskibraka akan menjalani gladi resik terakhir dan koordinasi teknis dengan panitia upacara untuk memastikan jalannya prosesi sesuai tata tertib yang telah dilatihkan. Gubernur juga meminta panitia dan aparat keamanan bekerja sama menjaga kelancaran upacara serta memastikan protokol keselamatan bagi peserta dan penonton.
Momentum pengukuhan ini menjadi pengingat bagi masyarakat Papua Selatan akan pentingnya peran generasi muda dalam merawat simbol-simbol kebangsaan. Pelibatan pelajar dari beberapa kabupaten juga mencerminkan upaya daerah untuk menyatukan berbagai komunitas dalam perayaan nasional.
Upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Provinsi Papua Selatan dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2026 di Stadion Katalpal Merauke, dengan prosesi pengibaran Bendera Merah Putih sebagai salah satu rangkaian inti yang mendapat perhatian publik.