ASMAT — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk empat penumpang perahu ketinting yang terbalik di perairan Muara Betcbamu, Kabupaten Asmat, masih berlanjut setelah upaya selama empat hari belum membuahkan hasil. Hingga Rabu petang, 9 September 2026, tim gabungan belum berhasil menemukan keempat korban tersebut.
Upaya pencarian dan jangkauan area
Tim SAR gabungan, yang bekerja bersama keluarga korban, melakukan penyisiran pada titik-titik yang dianggap berpotensi menampung korban. Jangkauan pencarian dilaporkan mencapai radius hingga 15 mil laut dari lokasi kejadian. Meski demikian, sampai pembaruan terakhir pada pukul 18.00 WIT, belum ditemukan tambahan jenazah atau korban selamat selain yang telah diketahui sebelumnya.
"Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di titik-titik yang dicurigai terdapat korban dengan radius pencarian hingga 15 mil laut dari lokasi kejadian. Namun, sampai pukul 18.00 WIT belum ditemukan korban lainnya,"
Kronologi awal dan korban
Peristiwa yang menimpa perahu ketinting itu terjadi beberapa hari lalu dan semula menimpa delapan penumpang. Dari jumlah tersebut, tiga orang berhasil ditemukan selamat, satu orang ditemukan meninggal, dan empat lainnya masih dalam upaya pencarian. Korban yang ditemukan meninggal bernama Beni, ditemukan pada Selasa malam, 8 September 2026, sekitar wilayah perairan Ayip.
Empat penumpang yang masih dicari identitasnya tercatat sebagai berikut:
- Anton Yod, 35 tahun
- Bela Yod, 4 tahun
- Gilang Yod, 6 bulan
- Tekla Yod, 2 tahun
| Jumlah penumpang | Ditemukan selamat | Ditemukan meninggal | Masih dicari |
|---|---|---|---|
| 8 | 3 | 1 | 4 |
Evakuasi korban selamat
Tiga penumpang selamat yang disebutkan dalam laporan ditemukan pada hari Minggu, 6 September 2026. Dua orang, Lina Kamur (20) dan Sabastian Kamur (22), ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 06.00 WIT dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Youw untuk mendapatkan penanganan medis. Satu penumpang selamat lainnya, Ebestina Kuwaito (34), ditemukan lebih awal pada pukul 03.00 WIT.
Rencana operasi lanjutan
Operasi SAR dijadwalkan dilanjutkan pada pagi hari berikutnya, Kamis 10 September 2026. Tim gabungan berencana melanjutkan penyisiran di area yang telah dipetakan sebelumnya serta memperluas jangkauan jika ditemukan petunjuk baru. Keterlibatan keluarga korban dalam proses pencarian menunjukkan upaya kolektif masyarakat setempat untuk menemukan sanak saudara mereka.
Dampak pada keluarga dan komunitas
Kehilangan dan ketidakpastian nasib anggota keluarga memberi tekanan emosional yang besar bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Upaya pencarian yang melibatkan warga setempat mencerminkan solidaritas komunitas lokal, namun juga menegaskan kebutuhan akan koordinasi dan dukungan lebih lanjut, termasuk logistik, peralatan SAR, dan bantuan medis bagi korban yang ditemukan selamat.
Pihak berwenang setempat dan tim SAR diharapkan memberikan informasi lanjutan kepada publik berkaitan dengan perkembangan pencarian. Bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait lokasi atau keadaan korban diminta untuk segera menghubungi posko SAR terdekat agar pencarian dapat ditingkatkan efektivitasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam beraktivitas di perairan, terutama untuk rute-rute yang sering dilalui masyarakat pesisir Asmat. Selain itu, kesiapsiagaan lokal serta ketersediaan sarana pertolongan di laut perlu terus diperkuat untuk menekan risiko serupa di masa mendatang.
Berita akan diperbarui seiring adanya informasi resmi dari tim SAR dan pihak kepolisian.