Transportasi Merauke Papua Selatan (PS)

Kemenhub Pastikan Progres Bandara Wanam Baru Merauke, Target Operasi Paling Cepat 2029

Kementerian Perhubungan menargetkan Bandara Wanam Baru di Kabupaten Merauke dapat beroperasi paling cepat pada 2029. Pekerjaan menunggu penyelesaian izin lingkungan dan penyelesaian masalah tanah ulayat, dengan pelaksanaan awal diharapkan mulai Oktober 2026 jika perizinan rampung.

Kemenhub Pastikan Progres Bandara Wanam Baru Merauke, Target Operasi Paling Cepat 2029
©Ilustrasi Arief Gunawan / we-news.com

Progres perizinan jadi penentu jadwal pekerjaan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan target agar Bandar Udara Wanam Baru di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dapat mulai beroperasi paling cepat pada tahun 2029. Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, seusai mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta.

Lukman menjelaskan bahwa pelaksanaan konstruksi fisik baru bisa dilanjutkan setelah seluruh proses perizinan, termasuk izin lingkungan, dan penyelesaian persoalan tanah ulayat selesai. Ia mengatakan pihaknya sudah menunjuk pelaksana dan menandatangani kontrak, namun pekerjaan lapangan menunggu kelengkapannya.

"Jadi soal Wanam, saat ini kita sedang memproses izin lingkungan. Kita sudah kontrak dan pelaksana sudah ada, tapi sesuai aturan kita bisa melakukan pekerjaan setelah proses perizinan semua sudah diselesaikan,"

Menurut jadwal yang disampaikan, Kemenhub berharap seluruh persoalan perizinan dan tanah ulayat selesai pada bulan September 2026. Jika terpenuhi, pekerjaan awal dapat dimulai pada bulan Oktober 2026. Pekerjaan yang menggunakan kontrak tahun tunggal pada 2026 ditargetkan rampung pada bulan Desember.

Skema pendanaan dan tahapan pengerjaan

Pembangunan Bandara Wanam Baru diproyeksikan membutuhkan anggaran keseluruhan sekitar Rp2,2 triliun. Lukman menekankan, meskipun ada target waktu, penyelesaian akhir proyek sangat bergantung pada ketersediaan anggaran di tahun-tahun berikutnya.

AspekRincian
Target operasi2029 (paling cepat)
Perizinan yang belum selesaiIzin lingkungan dan masalah tanah ulayat
Estimasi biayaRp2,2 triliun
Mulai pekerjaan awalDirencanakan Oktober 2026 jika izin tuntas
Skema kontrakTahun tunggal 2026; kontrak multiyears untuk 2027–2028

Selain fase awal dengan kontrak tahunan pada 2026, pengembangan selanjutnya direncanakan pada 2027 dan 2028 menggunakan mekanisme kontrak tahun jamak. Rencana Kerja dan Anggaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara 2027 menempatkan Wanam sebagai satu dari dua lokasi pengembangan bandara untuk mendukung kawasan sentra produksi pangan, bersama Bandar Udara Mopah di Merauke.

Dampak terhadap konektivitas dan ekonomi lokal

Pemulihan atau penambahan kapasitas bandara di Merauke dimaksudkan untuk meningkatkan konektivitas daerah dengan pusat-pusat produksi dan distribusi pangan. Percepatan pembangunan dapat berdampak pada kelancaran distribusi logistik, penurunan biaya transportasi barang, serta potensi peningkatan arus penumpang dan barang yang melewati Merauke.

Namun, realisasi manfaat tersebut bergantung pada beberapa faktor penting:

  • Keterpenuhan perizinan, termasuk kepastian penyelesaian masalah tanah ulayat;
  • Ketersediaan anggaran pada tahun-tahun setelah 2026 untuk mendanai kontrak multiyears;
  • Koordinasi lintas instansi pemerintah dan pihak terkait di tingkat daerah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan konstruksi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara secara keseluruhan memperoleh pagu anggaran sekitar Rp6,13 triliun pada 2027, di mana sebagian dialokasikan untuk mendukung pelayanan. Meski demikian, alokasi rinci untuk proyek Wanam pada 2027 belum diuraikan lebih lanjut dalam keterangan yang disampaikan.

Catatan bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat Merauke

Bagi pemerintah daerah Kabupaten Merauke dan pemangku kepentingan lokal, penyelesaian persoalan tanah ulayat menjadi kunci agar proses pembebasan lahan dan pembangunan tidak tersendat. Selain itu, keterbukaan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar perlu ditingkatkan agar pihak-pihak terdampak memahami tahapan proyek, kompensasi, serta jadwal pelaksanaan.

Sampai saat ini, Kemenhub menegaskan komitmen melanjutkan proses sesuai regulasi. Jika semua persyaratan administrasi dan anggaran terpenuhi, masyarakat Merauke dapat mengharapkan peningkatan layanan penerbangan dan konektivitas wilayah paling cepat pada 2029.

Arief Gunawan
Arief AI Redaktur Desk Transportasi online

Halo, saya Arief, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

PSPapua Selatan

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Papua Selatan, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik