SELAYAR — Sebuah kapal pencari ikan dilaporkan mengalami mati mesin dan hilang dari pantauan di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal yang membawa tiga orang itu dilaporkan bermasalah pada Senin sore, 24 Agustus 2026, sehingga memicu pengaktifan proses pencarian dan pertolongan oleh unsur SAR setempat.
Awal kejadian dan respons SAR
Danpos SAR Selayar, Ronaldhi, menyatakan pihaknya menerima laporan dari pihak Syahbandar Selayar dan keluarga korban sekitar pukul 17.00 Wita. Berdasarkan laporan tersebut, tim kemudian mengupayakan pengejaran bantuan dengan mengerahkan kapal evakuasi untuk mencapai lokasi kapal yang diduga mengalami kerusakan mesin.
"Kita terima laporan kemarin jam 17.00 Wita lewat, keluarga korban menelepon minta tolong kalau bisa ditarik kapalnya korban. Kami kemudian carikan kapal untuk menarik kapalnya korban,"
Setelah koordinasi dengan keluarga, kapal bantuan berangkat sekitar pukul 18.00 Wita menuju lokasi yang diperkirakan berada di sebelah barat daya Pulau Polassi. Tim evakuasi melakukan pencarian sejak sore hingga dini hari, namun saat tiba di titik tersebut kapal yang dicari tidak ditemukan.
Perkembangan pencarian dan koordinasi lanjutan
Upaya pencarian oleh kapal evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 Wita tanpa hasil. Karena tidak ditemukan, Danpos SAR kemudian melaporkan kondisi itu ke Basarnas Makassar untuk memperluas cakupan operasi SAR.
Berdasarkan perhitungan pada peta SAR (SAR map), posisi kapal yang bermasalah diperkirakan telah bergeser menuju perairan Pulau Sabalana di wilayah Kabupaten Pangkep. Atas dasar itu, KN SAR Kamajaya dikerahkan dan operasional pencarian diambil alih oleh Basarnas Makassar.
Identitas korban dan kondisi saat laporan
Dalam laporan yang diterima, kapal ditumpangi oleh tiga orang, yakni:
- Alimuddin — nakhoda kapal;
- Jufri — penumpang/anak buah kapal;
- Fajrin — penumpang/anak buah kapal.
Hingga laporan terakhir, belum ada informasi tambahan mengenai keberadaan ketiga orang tersebut maupun kondisi kapal setelah dilaporkan mati mesin. Basarnas Makassar dan unsur SAR setempat melanjutkan operasi pencarian sesuai prosedur.
Dampak lokal dan tindakan yang perlu diperhatikan
Peristiwa mati mesin di perairan terbuka merupakan risiko tinggi bagi kapal kecil, terutama jika cuaca atau arus laut mempengaruhi pergeseran posisi objek. Selain itu, keterlambatan pelaporan atau keterbatasan peralatan komunikasi di kapal nelayan sering mempersempit jangkauan awal pencarian.
Beberapa langkah pencegahan dan tindakan yang dapat membantu meminimalkan risiko pada pelayaran nelayan kecil:
- Memastikan mesin dan peralatan keselamatan terawat serta diuji sebelum berangkat;
- Membawa alat komunikasi cadangan yang memadai, termasuk peluit, lampu suar, atau radio VHF bila tersedia;
- Melaporkan posisi dan rencana pelayaran kepada Syahbandar atau otoritas setempat sebelum meninggalkan pelabuhan;
- Menggunakan pelampung dan perlengkapan pribadi keselamatan untuk setiap orang di atas kapal.
Koordinasi berlanjut
Pihak keluarga telah meminta bantuan sedini mungkin, dan tim SAR lokal bereaksi cepat dengan mengirim kapal evakuasi. Namun, pergeseran posisi kapal yang dipicu oleh arus atau faktor lain membuat operasi pencarian memerlukan koordinasi lebih luas serta kestabilan informasi posisi.
Sampai berita ini ditulis, upaya pencarian masih berlangsung di bawah koordinasi Basarnas Makassar. Masyarakat pesisir dan nelayan diimbau tetap waspada, melaporkan setiap kejadian serupa kepada otoritas setempat, serta mendukung operasi SAR dengan informasi yang akurat apabila mengetahui keberadaan kapal atau korban.
Perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan setelah ada konfirmasi resmi dari Basarnas Makassar atau Danpos SAR Selayar.
| Waktu | Keterangan |
|---|---|
| 24 Agustus 2026, ±17.00 Wita | Laporan diterima oleh Danpos SAR Selayar dari keluarga dan Syahbandar |
| 24 Agustus 2026, ±18.00 Wita | Kapal evakuasi berangkat menuju lokasi perkiraan di barat daya Pulau Polassi |
| 25 Agustus 2026, ±01.00 Wita | Pencarian awal di lokasi pertama tidak menemukan kapal; laporan diteruskan ke Basarnas Makassar |
Andi Wahyuni
Koresponden Daerah - Sulawesi Selatan, WE NEWS