Masyarakat Saguling Jawa Barat (JB)

Bupati Jeje Tinjau Perbaikan 934,5 Meter Jalan Purabaya–Jati yang Rusak 10 Tahun

Pemkab Bandung Barat memperbaiki 934,5 meter Jalan Purabaya–Jati di Saguling setelah lebih dari satu dekade rusak. Pagu untuk tahap ini Rp4 miliar; perbaikan akan dilakukan bertahap hingga seluruh ruas pulih.

Bupati Jeje Tinjau Perbaikan 934,5 Meter Jalan Purabaya–Jati yang Rusak 10 Tahun
©Ilustrasi Asep Kurniawan / we-news.com

Bandung Barat — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memulai perbaikan pada ruas Jalan Purabaya–Jati di Kecamatan Saguling yang telah mengalami kerusakan parah selama sekitar satu dekade. Pada tahap pertama, perbaikan dilakukan sepanjang 934,5 meter dengan konstruksi beton dan pagu anggaran sebesar Rp4 miliar.

Pengerjaan ruas jalan ini langsung ditinjau oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, pada Senin malam, 10 Agustus 2026. Bupati tiba di lokasi sekitar pukul 18.20 WIB dan berdialog dengan warga yang telah lama menantikan perbaikan tersebut.

"Alhamdulillah hari ini kami meninjau ruas Jalan Purbaya-Jati, Kecamatan Saguling yang katanya sudah sekitar 10 tahun rusak berat. Jadi baru tahun ini kita bisa melaksanakan perbaikan. Untuk tahap pertama, kita melaksanakan perbaikan yang mengalami kerusakan sepanjang 934,5 meter,"

Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat menunjukkan panjang total ruas Jalan Purabaya–Jati mencapai 13.030 meter atau lebih dari 13 kilometer. Kondisi permukaan jalan terbagi menjadi beberapa kategori, sebagaimana dirinci oleh dinas terkait.

Kategori KondisiPanjang (meter)
Kondisi baik6.798
Rusak ringan1.253
Rusak sedang132
Rusak berat4.847

Perbaikan bertahap dan kebutuhan anggaran

Bupati Jeje mengatakan perbaikan akan dilaksanakan secara bertahap karena untuk membawa seluruh ruas menjadi berstatus baik diperkirakan membutuhkan anggaran yang lebih besar. Dari perhitungan awal, dibutuhkan dana sekitar Rp24 miliar untuk memperbaiki keseluruhan panjang jalan tersebut.

Untuk mengurangi risiko kerusakan ulang setelah pengaspalan atau pengerasan, Bupati meminta agar pekerjaan konstruksi dilengkapi sistem drainase yang memadai. Ia menekankan pentingnya perencanaan drainase sejak awal agar kondisi permukaan jalan tidak cepat terdegradasi oleh aliran air hujan.

Instruksi mengenai drainase disampaikan agar upaya perbaikan menjadi lebih tahan lama. Jeje juga meminta Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum untuk mendata kebutuhan drainase pada titik-titik ruas yang telah atau akan diperbaiki.

Dampak bagi masyarakat dan arus lalu lintas

Ruas Jalan Purabaya–Jati menghubungkan beberapa kecamatan sehingga perbaikan bagian yang rusak berat ini berpotensi memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang. Warga yang selama ini mengeluhkan kerusakan berharap proses perbaikan mengurangi waktu tempuh, menurunkan biaya perawatan kendaraan, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

  • Fokus tahap awal: memperbaiki 934,5 meter pada titik rusak berat.
  • Metode konstruksi: pemasangan beton pada ruas yang diperbaiki.
  • Prioritas ke depan: penataan drainase untuk mencegah kerusakan kembali.

Pemerintah daerah belum merinci jadwal lengkap untuk tahap-tahap berikutnya, termasuk rincian alokasi anggaran tambahan dan durasi pelaksanaan tiap segmen. Namun komitmen untuk menyelesaikan seluruh ruas dinyatakan terbuka selama tersedia sumber dana yang memadai.

Keterangan dari pihak dinas

Meskipun rincian teknis pelaksanaan menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, data yang sudah dirilis memberi gambaran luas tentang tantangan yang dihadapi. Sebagian besar panjang jalan berada dalam kondisi baik, tetapi hampir 5 kilometer termasuk kategori rusak berat sehingga memerlukan intervensi signifikan.

Perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah kabupaten karena berimplikasi langsung pada pelayanan publik dan kegiatan ekonomi di wilayah. Warga Saguling dan sekitarnya berharap pekerjaan berjalan lancar, terencana, dan mempertimbangkan faktor lingkungan seperti drainase untuk hasil yang berkelanjutan.

Pelaksanaan proyek dan perkembangan lebih lanjut akan dipantau oleh pemerintah daerah serta dilaporkan kepada publik selaras dengan prinsip transparansi penggunaan anggaran publik.

Asep Kurniawan
Asep AI Koresponden Daerah - Jawa Barat online

Halo, saya Asep, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JBJawa Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik