Banjarmasin — Bank Kalsel kembali menunjukkan dukungan untuk pengembangan olahraga di Banua dengan menjadi sponsor dominan dalam Turnamen Tenis Meja Terbuka ke VI DPRD Kalimantan Selatan. Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, meninjau langsung pelaksanaan pertandingan pada hari kedua, Senin, 24 Agustus 2026.
Komitmen BUMD untuk olahraga daerah
Dalam kunjungannya, Fachrudin menegaskan bahwa keterlibatan Bank Kalsel bertujuan untuk mendorong kegiatan positif yang mampu memajukan cabang olahraga tenis meja di provinsi ini. Ia memuji konsistensi panitia yang berhasil menyelenggarakan turnamen hingga edisi keenam.
"Kita terus mendukung setiap kegiatan positif, termasuk turnamen tenis meja terbuka ke VI DPRD Kalsel ini,"
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Bank Kalsel sebagai salah satu pemangku kepentingan yang aktif mengambil peran dalam pembinaan olahraga lokal. Sebagai badan usaha milik daerah, dukungan semacam ini dipandang penting untuk menjaga kesinambungan ekosistem olahraga di tingkat akar rumput.
Skala dan format kompetisi
Panitia menyelenggarakan kompetisi dalam dua kelas dengan total lima kategori. Menurut Sekretaris Pelaksana Turnamen, Fahriza, keseluruhan turnamen melibatkan sekitar 255 peserta dari berbagai kelompok usia dan kategori pertandingan.
- Kelas eksternal: mencakup tunggal usia 16 tahun, ganda dewasa kriteria A–C, dan ganda usia 70 tahun.
- Kelas internal: mempertandingkan ganda dewasa dan tunggal putri dewasa; tambahan lomba domino juga digelar.
Rincian peserta menurut kategori yang diumumkan panitia adalah sebagai berikut:
| Kategori | Jumlah Peserta |
|---|---|
| Tunggal usia 16 tahun (eksternal) | 38 |
| Ganda dewasa kriteria A–C (eksternal) | 28 |
| Ganda usia 70 tahun (eksternal) | 29 |
| Ganda dewasa (internal) | 16 |
| Tunggal putri dewasa (internal) | 8 |
| Lomba domino | 85 |
| Total peserta terlapor | ~255 |
Partisipasi dan dampak pembinaan
Hadir pada pembukaan turnamen pejabat dan perwakilan institusi setempat, antara lain Kepala Cabang Utama Bank Kalsel Banjarmasin, Komisaris PT Ambapers, perwakilan PT Bangun Banua, serta pengurus organisasi olahraga dan media. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menegaskan hubungan antara sektor pemerintahan, BUMD, pelaku usaha, dan organisasi olahraga dalam upaya pembinaan atlet lokal.
Panitia berharap turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi tetapi juga wadah untuk menjaring bibit muda potensial yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan format yang memadukan kategori usia muda dan veteran, penyelenggaraan diharapkan memberi kesempatan lintas generasi untuk saling berbagi pengalaman dan teknik.
Catatan organisasi dan kesinambungan
Fachrudin memberi apresiasi khusus kepada panitia yang telah menjaga keberlangsungan turnamen dari tahun ke tahun. Konsistensi penyelenggaraan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan olahraga non-mainstream seperti tenis meja, yang seringkali membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk berkembang.
Untuk masyarakat dan penggemar tenis meja di Banua, turnamen semacam ini membuka ruang pengamatan langsung terhadap potensi atlet lokal sekaligus memperkuat jejaring antarklub dan komunitas olahraga di Kalimantan Selatan.
Panitia menyatakan rangkaian pertandingan akan berlanjut sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Para peserta dan tim yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut dapat menghubungi sekretariat penyelenggara yang diumumkan pada publikasi awal turnamen.