Program BIAS targetkan cakupan luas di seluruh sekolah
Pemerintah Kota Bandar Lampung menggenjot persiapan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2026. Program yang difasilitasi Dinas Kesehatan kota itu direncanakan menjangkau 65.372 pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah kota.
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, menyatakan bahwa pelaksanaan BIAS akan dilaksanakan sesuai jadwal dan jenis vaksin yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, cakupan program meliputi 478 satuan pendidikan di Kota Bandar Lampung.
"Berdasarkan data Diskes, sasaran BIAS untuk jenjang SD mencapai 56.593 siswa. Rinciannya, siswa kelas 1 sebanyak 18.550 anak, kelas 2 sebanyak 18.482 anak, kelas 5 sebanyak 18.750 anak, serta kelas 6 sebanyak 811 anak,"
Rincian sasaran dan fokus pelaksanaan
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Dinas Kesehatan, sasaran BIAS untuk jenjang SD mencapai 56.593 siswa. Sedangkan untuk jenjang SMP, program akan menyasar 8.779 siswa yang berada pada kelas 9. Perincian sasaran jenjang SD menunjukkan konsentrasi pada kelas-kelas tertentu yang telah ditetapkan dalam program imunisasi ini.
| Jenjang | Jumlah Siswa |
|---|---|
| SD (kelas 1,2,5,6) | 56.593 |
| SMP (kelas 9) | 8.779 |
| Total | 65.372 |
Pentingnya persiapan menyeluruh
Muhtadi menekankan bahwa persiapan matang diperlukan agar kegiatan imunisasi dapat berjalan optimal. Persiapan itu meliputi koordinasi dengan satuan pendidikan, ketersediaan tenaga kesehatan, logistik vaksin, serta sosialisasi kepada orang tua dan wali murid. Tujuan utama program adalah memberikan perlindungan kepada anak usia sekolah dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dan mempertahankan kekebalan kelompok di lingkungan sekolah.
Dengan cakupan yang melibatkan ratusan sekolah dan puluhan ribu pelajar, pemerintah kota berharap pelaksanaan BIAS dapat memperkuat perlindungan kesehatan anak secara berkelanjutan. Pelaksanaan yang terencana juga dimaksudkan untuk meminimalkan gangguan pada proses belajar mengajar dan memastikan layanan imunisasi dapat diberikan secara aman dan efisien.
Dampak dan langkah selanjutnya
Program imunisasi massal di lingkungan sekolah memiliki dampak langsung pada penurunan risiko penyakit menular di kalangan anak-anak dan mencegah terjadinya kejadian luar biasa. Selain itu, keberhasilan BIAS bergantung pada keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, antara lain dinas pendidikan, kepala sekolah, tenaga kesehatan di puskesmas setempat, serta orang tua siswa.
Beberapa langkah yang perlu terus dimatangkan menjelang pelaksanaan antara lain:
- Sinkronisasi data sasaran antara Dinas Kesehatan dan sekolah.
- Penyediaan vaksin dan perlengkapan medis sesuai standar.
- Pelatihan tenaga kesehatan dan petugas lapangan untuk kegiatan imunisasi di sekolah.
- Sosialisasi kepada orang tua/wali mengenai manfaat dan jadwal imunisasi.
Pelaksanaan BIAS 2026 menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk menjaga kesehatan generasi muda dan memperkuat sistem pencegahan penyakit di lingkungan pendidikan. Pemantauan pelaksanaan dan evaluasi pasca-imunisasi juga akan menjadi tindak lanjut penting agar program mencapai target yang telah ditetapkan.
Informasi lebih lanjut tentang jadwal dan teknis pelaksanaan BIAS akan diumumkan oleh Dinas Kesehatan Bandar Lampung selanjutnya, termasuk koordinasi dengan masing-masing sekolah agar orang tua dapat mengetahui waktu dan jenis imunisasi yang akan diberikan kepada anak-anak mereka.