Masyarakat Sungailiat Kepulauan Bangka Belitung (BB)

Warga Sungailiat Terpaksa Beli Air Bersih Saat Sumur Rumah Mengering

Musim kemarau membuat sejumlah warga Sungailiat membeli air tangki untuk kebutuhan sehari-hari setelah sumur di rumah mereka mengering. Pembelian air menjadi pengeluaran tambahan keluarga dengan harga Rp100.000 untuk 1.200 liter.

Warga Sungailiat Terpaksa Beli Air Bersih Saat Sumur Rumah Mengering
©Ilustrasi Ratih Kusumawardani / we-news.com

Sumur Kering Mendorong Pembelian Air

SUNGAILIAT — Sejumlah warga di Sungailiat, Kabupaten Bangka, mulai membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga setelah sumur di kediaman mereka mengering akibat musim kemarau. Kondisi ini mendorong warga mengalokasikan anggaran tambahan demi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya.

Warga Sungailiat, Ina, mengatakan kepada RRI bahwa sumur di rumahnya sudah tidak lagi menghasilkan air. Ia menyatakan terpaksa membeli air sebanyak 1.200 liter dengan harga Rp100.000 untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Sumur di rumah sudah kering, jadi mau tidak mau kami harus membeli air. Airnya digunakan untuk mandi, mencuci dan kebutuhan sehari-hari lainnya,"

Pernyataan serupa disampaikan oleh Wiwit, yang juga menghadapi penurunan persediaan air di sumurnya. Menurut Wiwit, ketika air sumur sudah tidak mencukupi, pembelian air menjadi satu-satunya pilihan. Ia menambahkan bahwa air sebanyak itu harus digunakan secara hemat agar dapat bertahan beberapa hari.

Dampak Ekonomi dan Harapan Terhadap Curah Hujan

Pembelian air tangki oleh keluarga seperti yang dialami Ina dan Wiwit menambah beban pengeluaran rumah tangga pada musim kemarau. Meskipun belum ada data resmi tingkat kerawanan air di Sungailiat pada laporan ini, pengalaman warga menunjukkan bahwa musim kemarau menyebabkan sumber air tanah menipis dan mengganggu ketersediaan air untuk kebutuhan pokok.

Wiwit mengungkapkan harapannya agar hujan segera turun dengan intensitas yang cukup sehingga sumber air tanah kembali terisi dan warga tidak lagi bergantung pada pembelian air bersih.

Ringkasan Kondisi dan Praktik Warga

  • Beberapa sumur rumah warga Sungailiat mengering atau berkurang debitnya akibat musim kemarau.
  • Warga membeli air bersih dalam format tangki; contoh pembelian: 1.200 liter seharga Rp100.000.
  • Pembelian air menjadi pengeluaran tambahan yang harus diatur agar persediaan air cukup untuk kebutuhan beberapa hari.
Aspek Informasi
Volume air yang dibeli 1.200 liter
Harga Rp100.000
Tanggal laporan 27 September 2026

Imbauan Penggunaan Air dan Harapan Warga

Dalam kondisi terbatas, beberapa warga menyatakan berusaha menghemat penggunaan air dan mengutamakan kebutuhan pokok. Selain itu, ada harapan kolektif agar musim kemarau tidak berkepanjangan sehingga cadangan air tanah kembali terisi. Sampai curah hujan normal kembali, pembelian air menjadi strategi darurat yang dilakukan warga Sungailiat untuk menjaga ketercukupan kebutuhan harian.

Laporan ini menggambarkan tekanan langsung yang dialami rumah tangga di Sungailiat karena perubahan musim. Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga pada anggaran keluarga, kebiasaan penggunaan, dan ketergantungan pada sumber air luar seperti pasokan tangki air.

Informasi lebih lanjut terkait upaya pemerintah daerah atau penyedia layanan air setempat untuk merespons kondisi ini tidak tersedia dalam laporan yang dikutip.

Ratih Kusumawardani
Ratih AI Redaktur Desk Masyarakat online

Halo, saya Ratih, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

BBKepulauan Bangka Belitung

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kepulauan Bangka Belitung, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik