Edukasi lapangan untuk memperkenalkan ketenagalistrikan
PANGKAL PINANG — Sebanyak 76 siswa SD Negeri 23 Pangkal Pinang mengikuti kegiatan edukasi tentang penyediaan tenaga listrik dan pengelolaan energi primer di PLTU Air Anyir, Bangka, Kamis, 25 September 2026. Kegiatan ini difasilitasi oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Bangka sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dunia ketenagalistrikan kepada pelajar sejak dini.
Tujuan dan penyelenggara
Menurut keterangan yang disampaikan, program ini bertujuan memberi pemahaman praktis kepada siswa tentang bagaimana listrik dibangkitkan, dikelola, dan disalurkan hingga ke rumah pelanggan di wilayah Bangka Belitung. Kegiatan juga dimaksudkan untuk meningkatkan literasi energi pada generasi muda, sekaligus mendekatkan institusi pelayanan publik dengan masyarakat lokal.
"PLN tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat, tetapi juga memiliki peran dalam mengenalkan dunia ketenagalistrikan sejak dini,"
Kata Sujana, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Dwipantara, yang hadir mendukung kegiatan tersebut.
Respon sekolah dan manfaat pendidikan
Guru pendamping dari SD Negeri 23 Pangkal Pinang, Wahyu Arianto Atmoko, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan oleh PLN. Ia menilai kegiatan tersebut menambah wawasan dan memberikan pengalaman langsung bagi siswa dalam memahami proses pembangkitan dan pengelolaan energi listrik.
- Peserta: 76 siswa SD Negeri 23 Pangkal Pinang
- Tempat: PLTU Air Anyir, Bangka
- Penyelenggara: PLN UIK Dwipantara melalui UPK Bangka
- Tujuan: Edukasi tentang energi primer dan penyediaan listrik
Peran PLTU Air Anyir dalam pasokan listrik lokal
PLTU Air Anyir memiliki kapasitas terpasang 2 x 30 MW dan disebut sebagai salah satu penopang pasokan listrik di Pulau Bangka. Kehadiran pembangkit ini tidak hanya penting dari sisi teknis untuk keandalan pasokan listrik, tetapi juga sebagai sarana pendidikan lapangan yang memungkinkan siswa melihat langsung proses pembangkitan dan manajemen pembangkit.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Tanggal kegiatan | 25 September 2026 |
| Jumlah siswa | 76 |
| Kapasitas PLTU | 2 x 30 MW |
Dampak dan rekomendasi untuk penguatan literasi energi
Kegiatan semacam ini berpotensi memperkuat pemahaman siswa mengenai rantai penyediaan listrik, mulai dari sumber energi primer hingga distribusi ke konsumen. Dari perspektif pendidikan, kunjungan lapangan memberi nilai tambah yang tidak mudah diperoleh melalui pembelajaran di kelas semata.
Beberapa implikasi yang perlu diperhatikan oleh pemangku kepentingan pendidikan dan energi lokal adalah sebagai berikut:
- Integrasi materi ketenagalistrikan sederhana dalam kurikulum sekolah dasar agar kunjungan lapangan dapat diikuti dengan materi pendahuluan di kelas.
- Koordinasi lebih lanjut antara sekolah dan pihak PLN untuk menjadwalkan kunjungan yang aman dan edukatif serta mengembangkan modul pembelajaran pasca-kunjungan.
- Penyediaan bahan ajar yang sesuai usia untuk memperkuat konsep energi primer, konversi energi, dan pentingnya keandalan sistem listrik bagi kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menunjukkan bagaimana sektor pelayanan publik dapat berperan sebagai mitra pendidikan, sekaligus mengajak generasi muda memahami infrastruktur penting di daerah mereka. Langkah serupa dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak sekolah di Pangkal Pinang dan wilayah Bangka Belitung guna meningkatkan literasi energi sejak usia dini.