SUNGAILIAT — Kepala Kepolisian Resor Bangka, AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H., M.M., mengajak warga Sungailiat untuk aktif menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Baitul Ummah, Sungailiat, Kabupaten Bangka, dalam rangka mendukung Program 100 Hari Kerja Kapolri.
Memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat
Kegiatan yang turut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres Bangka serta warga tersebut dimanfaatkan sebagai momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi langsung antara aparat kepolisian dan masyarakat setempat. AKBP Indra menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga untuk mendekatkan diri, mendengar aspirasi, serta mendorong partisipasi warga dalam menjaga lingkungan masing-masing.
"Kamtibmas merupakan tanggung jawab kita bersama. Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban mulai dari lingkungan masing-masing,"
Dalam sambutannya, Kapolres menekankan pentingnya komunikasi rutin antara aparat dan warga untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Kegiatan Subuh Keliling menjadi sarana untuk menyerap keluhan, mengetahui perhatian masyarakat, serta mengedukasi warga terkait mekanisme pelaporan apabila menemukan indikasi gangguan kamtibmas.
Ajakan konkret kepada warga Sungailiat
AKBP Indra mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi kepada petugas apabila menemukan potensi gangguan di lingkungan sekitar. Ia menyebut beberapa jalur komunikasi yang dapat dimanfaatkan oleh warga, termasuk Bhabinkamtibmas, Polsek, maupun Polres Bangka.
- Memanfaatkan momen salat berjamaah untuk memperkuat silaturahmi dan komunikasi.
- Melaporkan segera potensi gangguan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat.
- Menjaga keamanan lingkungan secara gotong royong, dimulai dari tingkat RT/RW.
Dengan pendekatan tersebut, Kapolres berharap berbagai potensi gangguan dapat dicegah sejak dini melalui deteksi komunitas dan tindakan cepat aparat. Pendekatan proaktif ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya kepolisian dalam menjaga ketertiban umum.
Peran pesantren, pengurus masjid, dan tokoh masyarakat
Meskipun kegiatan berlangsung di lingkungan masjid, pesan Kapolres bersifat umum untuk seluruh elemen masyarakat. Pendekatan yang memanfaatkan tempat ibadah diharapkan dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas serta melibatkan tokoh agama, pengurus masjid, dan tokoh masyarakat dalam menjaga suasana kondusif.
| Aspek | Tujuan |
|---|---|
| Salat Subuh berjamaah | Mempererat silaturahmi dan membuka ruang dialog |
| Komunikasi langsung | Mendengar aspirasi dan keluhan masyarakat |
| Imbauan pelaporan | Mendorong partisipasi dalam pencegahan dini gangguan kamtibmas |
Kegiatan Subuh Keliling yang dipimpin Kapolres tersebut menjadi contoh praktik pendekatan komunitas yang menempatkan interaksi manusiawi dan komunikasi sebagai inti upaya pemeliharaan keamanan. Bagi warga Sungailiat, pesan utama yang perlu diresapi adalah pentingnya keterlibatan aktif masyarakat—bukan hanya mengandalkan aparat—dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Kapolres mengakhiri pernyataannya dengan penegasan kembali peran serta warga: jika menemukan potensi gangguan kamtibmas, segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Polsek, atau Polres Bangka. Dengan komunikasi dan kepedulian bersama, diharapkan berbagai potensi gangguan dapat dicegah sejak dini dan kualitas kehidupan bermasyarakat di Sungailiat tetap terjaga.