Antusiasme Warga di Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak
PONTIANAK — Warga Kecamatan Pontianak Tenggara memadati Pasar Murah yang digelar di halaman Kantor Camat Pontianak Tenggara pada Senin, 19 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak. Kegiatan ini menarik perhatian karena harga paket sembako yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga normal di pasaran.
Sejak pembukaan, antrean warga sudah mengular. Banyak yang datang pagi-pagi untuk mendapatkan paket yang dibatasi satu paket per orang dengan syarat memiliki kupon pembelian. Warga mengatakan penghematan dari pembelian paket membantu kebutuhan keluarga sehari-hari di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
"Kalau beras, minyak dan gula dibeli satu-satu sekarang lumayan juga. Di sini satu paket Rp85 ribu, jadi terasa sekali selisihnya. Bisa menghemat untuk kebutuhan lain,"
kata Siti (43), salah satu warga Pontianak Tenggara yang datang lebih awal.
Isi Paket dan Ketersediaan
Pemerintah Kota Pontianak menyiapkan 1.069 paket untuk kegiatan di Kecamatan Pontianak Tenggara. Setiap paket terdiri atas:
- 5 kilogram beras premium,
- 1 liter minyak goreng,
- 1 kilogram gula pasir.
Paket dijual dengan harga Rp85.000 per paket, lebih murah jika dibandingkan dengan perkiraan harga normal yang sekitar Rp120.000. Untuk menjaga pemerataan distribusi, pembelian dibatasi satu paket per orang yang membawa kupon.
| Komponen | Isi Paket |
|---|---|
| Harga jual paket | Rp85.000 |
| Perkiraan harga normal | ~Rp120.000 |
| Jumlah paket tersedia | 1.069 paket |
Suara Warga dan Dampak Langsung
Selain Siti, warga lain yang hadir, Rina (55), menyampaikan bahwa pasar murah memudahkan warga memenuhi kebutuhan pokok terutama ketika harga barang mengalami perubahan. Ia mencatat adanya tambahan barang kebutuhan seperti telur, sayur, dan bawang dengan harga terjangkau pada kegiatan tersebut.
Menurut Rina, keberadaan operasi pasar semacam ini juga memberi kesempatan bagi keluarga berpendapatan rendah untuk merencanakan belanja kebutuhan bulanan tanpa harus mengorbankan pos lain dalam anggaran rumah tangga.
Rencana Pemerintah Kota dan Pemerataan
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan bahwa pasar murah di Pontianak Tenggara merupakan pembuka rangkaian kegiatan serupa yang akan digelar secara bergiliran di enam kecamatan lainnya. Pelaksanaan di tiap kecamatan dirancang agar distribusi paket sembako merata dan menjangkau sebanyak mungkin warga yang membutuhkan.
Pernyataan dari pemerintah kota menegaskan tujuan program ini sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus peringatan Hari Jadi Kota Pontianak. Pembatasan pembelian satu paket per orang dengan kupon diberlakukan untuk mencegah penumpukan pembelian dan menjaga ketersediaan bagi lebih banyak keluarga.
Kebutuhan Lokal dan Harapan ke Depan
Bagi warga Pontianak Tenggara, pasar murah bukan hanya soal harga lebih rendah, tetapi juga soal kepastian akses terhadap kebutuhan pokok pada momen yang terkadang menyulitkan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara sambil pemerintah daerah terus memantau harga dan pasokan di pasar tradisional maupun modern.
Sementara itu, pelaksanaan kegiatan serupa di kecamatan lain akan menentukan besaran penerimaan masyarakat dan efektivitas kebijakan distribusi. Warga berharap program seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala atau disertai kebijakan lain yang mendukung stabilitas harga komoditas pokok.
Peliputan terkait kegiatan pasar murah ini bersumber dari dokumentasi Prokopim Pemerintah Kota Pontianak dan laporan lapangan setempat.