Dankodaeral XIII Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Banjar
Banjar — Dankodaeral XIII Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji melakukan peninjauan langsung ke lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pos Karhutla Makmur, kawasan Hutan Lindung, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 10.20 hingga 15.15 WITA ini diikuti sejumlah unsur TNI AL dari Lanal Banjarmasin, antara lain Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, Palaksa Lanal Mayor Laut (P) Mohamad Rifan, Pasops Mayor Laut (P) Tri Sumaryanto, dan Dankal Kumai II-13-51 Kapten Laut (P) Supriyadi. Tujuan utama peninjauan adalah melihat kondisi riil di lapangan dan memastikan sinergi antarinstitusi berjalan cepat untuk mengatasi kebakaran.
Skala Kebakaran dan Karakter Gambut
Berdasarkan laporan di lokasi, api mulai terlihat sekitar pukul 11.00 WITA. Lahan yang terbakar berupa lahan gambut dengan vegetasi tipe sabana — padang rumput yang diselingi pohon — dan luas area terdampak diperkirakan mencapai ±5.000 m². Penyebab diduga kuat berkaitan dengan kondisi lahan kering akibat kemarau panjang.
"Kami turun langsung untuk melihat kondisi riil di lapangan serta memastikan seluruh jalur penanganan dan koordinasi lintas instansi berjalan cepat. Lahan gambut memiliki karakter yang sangat spesifik dan berisiko tinggi saat musim kemarau,"
Pernyataan tersebut disampaikan Dankodaeral XIII di lokasi peninjauan sebagai penegasan komitmen TNI AL dalam kesiagaan menghadapi karhutla khususnya pada lahan gambut yang menyimpan risiko kebakaran bawah permukaan.
Upaya Pemadaman dan Kendala Lapangan
Dalam operasi pemadaman, Lanal Banjarmasin menurunkan peralatan dan personel untuk menahan perluasan titik api. Alat dan personel yang dikerahkan tercatat sebagai berikut:
| Jenis | Jumlah |
|---|---|
| Unit pompa alkon | 2 unit |
| Rol selang pemadam (20 m) | 14 rol |
| Nozzle pemadam | 2 buah |
| Personel siaga | Lanal Banjarmasin dan petugas Dinas Kehutanan |
Meskipun demikian, tim pemadam menghadapi kendala signifikan di lapangan. Dua hambatan utama dilaporkan: jarak sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran serta karakter gambut yang memungkinkan api merambat di bawah permukaan tanah sehingga potensi nyala muncul kembali meskipun permukaan tampak padam.
- Jarak ke sumber air memperlambat suplai air untuk operasi pemadaman.
- Api bawah permukaan pada gambut menyulitkan penentuan titik panas sejati dan menimbulkan risiko kebakaran berulang.
Sinergi dan Kesiagaan
Pihak Lanal Banjarmasin menegaskan komitmen untuk terus siaga dan berkoordinasi bersama pemerintahan daerah serta instansi terkait seperti Dinas Kehutanan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Kehadiran Dankodaeral XIII dimaknai sebagai langkah mempercepat alur komunikasi dan pengambilan keputusan di lapangan.
Bagi warga Banjar dan sekitarnya, kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan pada musim kemarau, terutama di area ber-vegetasi gambut. Risiko kebakaran yang meresap di bawah tanah membuat penanganan lebih panjang dan menuntut koordinasi logistik, termasuk penyediaan air dan peralatan yang memadai.
Pengawasan terus dilakukan sementara tim masih melakukan patroli dan antisipasi agar titik api tidak kembali menyala dan meluas ke area konservasi maupun permukiman di sekitar Hutan Lindung Kecamatan Gambut.
Berita perkembangan lebih lanjut akan dikabarkan seiring laporan dari pos pemadam dan instansi terkait.