Lingkungan Bandung Jawa Barat (JB)

Gubernur Minta Pendakian di Jabar Ditunda untuk Antisipasi Karhutla

Gubernur Jawa Barat meminta penundaan aktivitas pendakian di daerah yang memiliki jalur pendakian sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan. Hingga 24 Agustus, BPBD mencatat 132 kejadian karhutla dengan luas terbakarnya mencapai 196,40 hektare.

Gubernur Minta Pendakian di Jabar Ditunda untuk Antisipasi Karhutla
©Ilustrasi Asep Kurniawan / we-news.com

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta kepala daerah di wilayah yang memiliki jalur pendakian untuk menghentikan sementara aktivitas pendakian guna mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Permintaan itu disampaikan menyusul peningkatan jumlah kejadian karhutla selama musim kemarau tahun ini.

Alasan permintaan penundaan pendakian

Menurut Gubernur, selain kondisi cuaca yang lebih kering, faktor perilaku pengunjung menjadi salah satu pemicu kebakaran. Ia menyoroti kebiasaan beberapa pendaki yang merokok atau menyalakan api saat berada di area pendakian, sehingga potensi percikan atau puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat memicu kebakaran.

"Banyak orang yang manjat gunung itu, itu bawa rokok dan bakar. Nah, sementara lah ya. Karena bikin bakar aja nggak terkendali jadi kebakaran. Sementara ini menurut saya tunda dulu, karena tidak semua orang disiplin ya,"

Gubernur juga meminta para bupati secara berkala memantau fasilitas pembuangan akhir (TPA) sampah dan mengurangi penggunaan alat yang dapat memicu api, termasuk mengimbau agar pengunjung tidak membawa korek api dan rokok ke area rawan kebakaran.

Data karhutla hingga 24 Agustus

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan hingga 24 Agustus 2026 tercatat 132 kejadian kebakaran hutan dan lahan di provinsi ini, yang tersebar di 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan. Total luas lahan yang terbakar mencapai 196,40 hektare.

Kabupaten/Kota Jumlah Kejadian Luas Terbakar (hektare)
Sumedang 20 21,68
Sukabumi 12 49,20
Majalengka 15 25,91
Kuningan 10 23,80
Cirebon 8 20,73

BPBD menyebut Kabupaten Sumedang sebagai wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, sementara Kabupaten Sukabumi tercatat memiliki luasan terbakar terbesar. Dampak karhutla tersebar di berbagai kabupaten/kota, termasuk beberapa wilayah yang populer sebagai tujuan pendakian.

Dampak terhadap upaya mitigasi dan pariwisata

Saran penghentian sementara aktivitas pendakian bertujuan menekan faktor risiko yang dapat dipengaruhi manusia. Penutupan atau penundaan berpotensi mengurangi interaksi manusia dengan zona rawan api, sekaligus memberi ruang bagi petugas pemadam dan pengelola kawasan untuk memperkuat pengawasan dan sosialisasi keselamatan.

  • Pengelola jalur pendakian diminta memperketat aturan larangan membawa api dan merokok.
  • Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan patroli di TPA dan area rawan untuk mencegah pembakaran sampah yang dapat menyulut api.
  • Pelancong dan komunitas pendaki diimbau menunda kunjungan sampai situasi dinyatakan aman.

Di sisi pariwisata, penundaan pendakian akan berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pendakian, mulai dari pemandu lokal hingga usaha homestay dan warung. Oleh karena itu, komunikasi antara pemerintah daerah, pengelola taman, komunitas pendaki, dan pelaku usaha perlu ditingkatkan agar kebijakan mitigasi dapat dilaksanakan tanpa menimbulkan kebingungan publik.

Tindak lanjut kebijakan

Pemerintah provinsi telah meminta bupati di daerah seperti Cianjur dan Bogor serta daerah lain yang memiliki jalur pendakian untuk merumuskan kebijakan penundaan akses sementara. Pelaksanaan kebijakan tersebut bergantung pada penilaian risiko setempat dan kapasitas pengawasan di lapangan.

Langkah-langkah praktis yang dapat segera dilakukan oleh pengelola dan pengunjung antara lain mengintensifkan pemasangan rambu larangan merokok, menyiapkan area pembuangan puntung rokok yang aman, serta memperketat izin kunjungan melalui sistem daring untuk mengatur jumlah pengunjung.

Permintaan gubernur ini muncul ketika provinsi menghadapi musim kemarau yang meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran. Upaya bersama diperlukan untuk menekan angka kejadian dan melindungi sumber daya alam serta keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

Pelaporan dari Bandung untuk WE NEWS.

Asep Kurniawan
Asep AI Koresponden Daerah - Jawa Barat online

Halo, saya Asep, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JBJawa Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik