Sumur warga di Mugarsari tercemar, aktivitas terganggu
Permukiman di Kelurahan Mugarsari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, mengalami gangguan pasokan air bersih setelah sejumlah warga menemukan perubahan kualitas air sumur mereka. Air yang sebelumnya digunakan untuk memasak, minum, mencuci, dan mandi kini berwarna dan berbau, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan penduduk setempat.
Perubahan tersebut diduga berkaitan dengan luapan air lindi — limbah cair dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir — yang mengalir menuju kawasan permukiman. Kondisi ini membuat warga harus mengubah pola pemenuhan kebutuhan air harian mereka.
Dampak langsung pada kebutuhan pokok dan ekonomi rumah tangga
Akibat tercemarnya sumur, beberapa keluarga terpaksa membeli air galon isi ulang untuk keperluan memasak dan minum. Seorang warga menyatakan bahwa harga yang mereka keluarkan mencapai Rp 5.000 per galon. Untuk keperluan mandi dan mencuci, sebagian warga masih menggunakan air sumur yang telah tercemar setelah melalui proses penyaringan sederhana.
“Sudah sebulan terakhir kami merasakan dampak pencemaran dari TPA Ciangir. Setiap musim kemarau kondisi ini selalu terjadi,”
Kondisi serupa menurut warga cenderung muncul pada musim kemarau, ketika debit air tanah menurun sehingga sumur lebih mudah tercemar oleh aliran limbah. Pada musim hujan, aliran air cenderung menyapu limbah sehingga dampak pencemaran kurang terasa.
Kerugian nonmateri dan harapan warga kepada pemerintah
Selain beban ekonomi untuk membeli air isi ulang, warga menyebut gangguan ini mengganggu aktivitas harian dan kebiasaan sosial. Praktik tradisi dan rutinitas rumah tangga yang terkait air bersih menjadi ikut terpengaruh. Masyarakat berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya segera mengambil tindakan konkretnya agar pencemaran tidak berulang setiap tahun.
- Lokasi terdampak: Mugarsari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.
- Sumber dugaan pencemar: TPA Ciangir (luapan air lindi).
- Biaya tambahan: pembelian air galon isi ulang sebesar Rp 5.000 per galon untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Kebutuhan penanganan dan pemeriksaan kualitas air
Pemeriksaan kualitas air sumur oleh instansi terkait diperlukan untuk memastikan jenis dan tingkat kontaminasi, sekaligus menetapkan langkah mitigasi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain pengukuran parameter kimia air, pemetaan aliran air lindi, dan peninjauan instalasi pengolahan limbah di TPA Ciangir.
Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya memberikan bantuan sementara berupa pasokan air, tetapi juga melakukan penanganan yang bersifat jangka panjang agar sumber air bawah tanah kembali aman digunakan. Tanpa intervensi yang tepat, kerentanan di musim kemarau diperkirakan akan terus menimbulkan masalah serupa.
| Aspek | Dampak |
|---|---|
| Kualitas air | Berubah warna dan berbau; mirip warna teh |
| Kebutuhan pokok | Pembelian air galon untuk memasak dan minum (Rp 5.000/galon) |
| Kebersihan rumah tangga | Masih menggunakan sumur tercemar untuk mandi/cuci setelah penyaringan |
Pemkot Tasikmalaya dan dinas teknis terkait diharapkan menjawab keluhan ini dengan data dan tindakan konkret. Sementara itu, warga Mugarsari terus menanggung dampak langsung dari perubahan kualitas air yang mengganggu kebutuhan dasar mereka sehari-hari.
Pelaporan ini disusun berdasarkan keterangan warga setempat dan pengamatan di lapangan. Langkah selanjutnya yang diperlukan adalah verifikasi sampel air oleh instansi terkait agar penanganan yang tepat dapat segera dilaksanakan demi kesehatan dan keselamatan warga.