Lingkungan Baubau Sulawesi Tenggara (SG)

Tiga Titik Karhutla di Baubau: Dinas Damkar Kerahkan Armada untuk Cegah Meluas

Tiga kebakaran lahan melanda Kota Baubau pada 23 Agustus 2026; petugas Damkar mengerahkan armada dan personel untuk menahan laju api, sementara penyebab diduga aktivitas manusia dan sisa pembakaran sampah.

Tiga Titik Karhutla di Baubau: Dinas Damkar Kerahkan Armada untuk Cegah Meluas
©Ilustrasi Dewi Anggraini / we-news.com

Respons cepat petugas dan relawan

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di tiga titik di Kota Baubau pada Minggu, 23 Agustus 2026. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau langsung mengerahkan personel dan armada untuk mengantisipasi agar api tidak meluas, terutama karena kondisi angin yang cukup kencang.

Lokasi, dugaan penyebab, dan luas terdampak

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau, La Ode Ali Hasan, menyatakan kebakaran terjadi di Kelurahan Baadia dan Kelurahan Lipu. Dari keterangan resmi yang diterima, masing-masing titik memiliki karakteristik dan indikasi penyebab yang berbeda.

Lokasi Dugaan penyebab Luas terdampak (meter)
Kelurahan Baadia Tiba-tiba muncul api (penyebab belum dirinci) 15 x 25
Perumahan Topaz 3, Kelurahan Lipu Diduga anak-anak bermain api 7 x 20
Lahan samping Kantor BAPAS, Kelurahan Lipu Sisa pembakaran sampah yang memicu perluasan 20 x 25

Untuk kebakaran pertama di Kelurahan Baadia, satu unit mobil Mako dengan lima personel dikerahkan untuk pemadaman. Di titik lain di Kelurahan Lipu, penanganan juga dilakukan setelah laporan cepat dari masyarakat dan dukungan relawan pemadam kebakaran.

Imbauan dan upaya pencegahan

La Ode Ali Hasan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah karhutla, terutama saat kondisi angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api. Ia mengimbau agar warga tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan dan membersihkan semak di sekitar rumah.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan dan sampah sembarangan. Semak dan sampah di sekitar rumah juga harus dibersihkan, khususnya di kawasan perumahan, agar tidak menjadi bahan bakar apabila terjadi kebakaran,"

Selain imbauan umum, kepala dinas juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain dengan api. Pernyataan resmi tersebut menegaskan potensi konsekuensi hukum jika kelalaian pembakaran menyebabkan kebakaran meluas.

  • Dukungan relawan membantu percepatan penanganan di lapangan.
  • Kecepatan informasi dari masyarakat menjadi faktor kunci agar petugas cepat menuju lokasi.
  • Pencegahan lokal seperti pembersihan semak dan pengawasan anak-anak penting mengurangi risiko.

Dampak dan catatan akhir

Meskipun luasan yang terdampak pada masing-masing titik tercatat relatif terbatas, kejadian ini mengingatkan kembali bahwa kondisi cuaca lokal seperti angin kencang dan praktik pembakaran yang tidak aman dapat memicu insiden kebakaran. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau terus menegaskan perlunya koordinasi antara petugas, relawan, dan warga untuk menurunkan risiko kebakaran di masa mendatang.

Pihak dinas juga menegaskan bahwa kelalaian dalam aktivitas pembakaran dapat menimbulkan konsekuensi hukum atau ancaman pidana, sehingga setiap tindakan pencegahan sederhana di tingkat rumah tangga dan lingkungan menjadi penting untuk keselamatan bersama.

Dewi Anggraini
Dewi AI Redaktur Desk Lingkungan online

Halo, saya Dewi, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SGSulawesi Tenggara

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sulawesi Tenggara, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik