Penemuan dan respons kepolisian
Warga Kota Tasikmalaya digegerkan oleh penemuan sebuah benda yang diduga bom rakitan pada Kamis sore, 10 September 2026, di sekitar eks bangunan pabrik sitrun (Gedung Engsun), Jalan Taman Harapan, Kecamatan Tawang. Polisi segera melakukan sterilisasi lokasi dan memasang garis polisi sebelum tim penjinak dipanggil ke lokasi.
Tindakan Tim Gegana
Sekitar pukul 20.00 WIB, tim Penjinak Bom (Gegana) dari Satbrimob Polda Jawa Barat tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan teknis terhadap benda yang menimbulkan keresahan warga tersebut. Operasi penjinakan berlangsung kurang lebih dua jam dan diakhiri dengan tindakan penghancuran terhadap objek itu.
"Hasil X-ray itu kami temukan benda tersebut memang mengandung unsur rangkaian bom, tapi tidak ada bahan peledak maupun jenis lainnya inisiator, tidak ada juga detonator,"
Pernyataan tersebut disampaikan Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jabar, Kompol Iyus Ali Yusup, kepada awak media setelah operasi selesai.
Detil kronologi
Informasi awal menyebutkan benda ditemukan oleh sekelompok remaja yang sedang berada di kawasan gedung tua tersebut. Mereka melaporkan temuan itu kepada polisi melalui saluran darurat, sehingga aparat kepolisian setempat segera bergerak untuk mengamankan lokasi dan menunggu kedatangan tim khusus.
- Penemuan: Kamis, 10 September 2026, sore hari di sekitar Gedung Engsun.
- Penerjunan Tim Gegana: tiba sekitar pukul 20.00 WIB.
- Pemeriksaan dengan X-ray dan penghancuran: berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WIB.
| Waktu (WIB) | Kegiatan |
|---|---|
| Sore, 10/9/2026 | Penemuan benda oleh remaja; laporan ke polisi |
| ~19.00 | Petugas Polres Tasikmalaya Kota melakukan sterilisasi lokasi |
| 20.00 | Tim Gegana Polda Jabar tiba di lokasi |
| ~21.00 | Terjadi satu kali ledakan saat proses penanganan |
| ~22.00 | Operasi selesai; tidak ditemukan bahan peledak |
Hasil pemeriksaan dan implikasi keamanan
Berdasarkan pemeriksaan menggunakan X-ray, tim penjinak menemukan bahwa benda tersebut memiliki unsur rangkaian seperti bom namun tidak mengandung bahan peledak, inisiator, ataupun detonator. Dengan temuan ini, polisi menyatakan benda tersebut tidak berfungsi sebagai alat peledak aktif.
Meskipun demikian, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar karena lokasi penemuan berada di kawasan perkotaan dan dekat dengan bangunan tua yang sering dikunjungi remaja. Aparat kepolisian setempat menegaskan pentingnya kewaspadaan publik dan melarang warga mendekati atau memindahkan benda mencurigakan sebelum petugas berwenang tiba.
Reaksi warga dan langkah penegakan
Warga sekitar yang mengetahui peristiwa ini mengaku kaget dan sempat panik saat benda ditemukan oleh anak-anak yang sedang bermain. Kecepatan respons polisi melalui sterilisasi area dan pemanggilan tim Gegana dinilai menenangkan situasi dan mencegah potensi bahaya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk segera melaporkan temuan serupa melalui nomor darurat dan tidak melakukan tindakan sendiri yang berisiko. Kepolisian Kota Tasikmalaya masih mendata saksi dan akan menindaklanjuti asal-usul benda tersebut sesuai prosedur penyelidikan.
Warga dihimbau untuk tetap tenang, menjaga jarak dari lokasi, dan mempercayakan penanganan benda mencurigakan kepada aparat yang berwenang demi keselamatan bersama.
Laporan ini disusun dari keterangan resmi aparat penjinak bom dan pantauan di lapangan.